MediaKeberagaman.com, Solo. Dahulu, halaman Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan, Solo yang megah itu, sempat terasa sesak. Apalagi, bila waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 Wib, orang terlihat lalu lalang di sekitar gereja.
Semua sibuk menata ruangan, makanan dan minuman dijajar di halaman muka gereja. Para pengurus gereja ini sibuk mempersiapkan sajian berbuka puasa bagi umat muslim di sekitar Gereja Kristen Jawa Manahan Solo, Jawa Tengah.
Tidak gratis memang, setiap orang yang ingin merasakan berbuka di Gereja itu harus mengeluarkan kocek tidak besar, hanya Rp 500/orang. Maka mereka sudah bisa menikmati satu porsi makanan.
Jika anda tertarik dengan berita ini, pastikan anda berlangganan dan dapatkan berita langsung di email anda!
Media Keberagaman.Com, Solo. Sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil Forum Komunikasi Warga Joyosuran atau disingkat FKWJ berbenah diri untuk meningkatkan kemampuan kapasitas anggotanya tentang organisasi. FKWJ yang didirikan oleh masyarakat dilingkungan kalurahan Joyosuran bertujuan untuk membentuk kerukunanan antar masyarakat, hal ini didasari dilingkungan Joyosuran sering kali terjadi konflik antar masyarakat atau dengan laskar kemudian juga bencana banjir dan sebagainya. Pendirian FKWJ ini diharapkan dapat membina kerukunan antar masyarakat, juga ketika bencana datang ada tim cepat tanggap darurat yang akan melakukan evakuasi bagi korban.
Jika anda tertarik dengan berita ini, pastikan anda berlangganan dan dapatkan berita langsung di email anda!
Mediakeberagaman.Com, Solo. Kegiatan penjualan nasi murah yang dilaksanakan oleh Gereja Kristen Jawa Manahan, Solo mendapat tentangan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo.
Kegiatan penjualan nasi murah merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh GKJ Manahan dan sudah berjalan selama 13 kali selama bulan Ramadhan. Kegiatan penjualan nasi murah ini berawal saat krisis ekonomi tahun 1996 dan semata-mata untuk memberikan makanan dengan harga murah bagi masyarakat kelas bawah ditengah harga bahan pokok yang selalu melambung.
Jika anda tertarik dengan berita ini, pastikan anda berlangganan dan dapatkan berita langsung di email anda!
Mediakeberagaman.CommSolo. Sejatinya hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan keyakinan. Hak ini tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non derogable rights). Jaminan terhadap hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan terdapat pada instrumen HAM internasional dan peraturan perundang-undangan nasional.
Berdasarkan pengamatan Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Jawa Tengah, hak untuk bebas beragama dan mengekspresikan keyakinan keagamaan terhitung paling pelik dan memiliki potensi ledakan yang luar biasa. “Dibading dengan isu ada dalam katagori hak sipil lainnya, hak untuk bebas beragama dan mengekspresikan keyakinan keagamaan terhitung paling pelik dan memiliki potensi ledakan yang luar biasa,” kata Tedi Kholiludin aktifis eLSA Jateng, saat menjadi pembicara dalam acara “Traning Resolusi Konflik bagi Pemerintah, Forum Kerukunan dan Lembaga Agama,” di Solo, baru-baru ini.
Jika anda tertarik dengan berita ini, pastikan anda berlangganan dan dapatkan berita langsung di email anda!
MediaKeberagaman.com, Solo. Pengurus FKUB Kota Solo, sebanyak 17 orang, mereka perwakilan dari umat Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Sejak dilantik pada tanggal 5 Februari 2007, FKUB Kota Solo, banyak mengadakan aktivitas diantaranya ; Workshop, Sosialisasi FKUB dengan mengundang Camat dan Lurah se Kota Solo, mengadakan kunjungan ke umat Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu, dll. Terkait dengan kegiatan FKUB, berikut ini petikan wawancara Henri Dwi Oktava dari MediaKeberagaman.com dengan Drs. KH. Suyono M Musyafa, MSi anggota FKUB Kota Solo, baru-baru ini.
Jika anda tertarik dengan berita ini, pastikan anda berlangganan dan dapatkan berita langsung di email anda!