<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MediaKeberagaman.com &#187; Agenda</title>
	<atom:link href="http://mediakeberagaman.com/category/agenda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediakeberagaman.com</link>
	<description>Menebar Toleransi Menuai Perdamaian</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 15:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dialog Interaktif: Solo, Perlukah Perda Multikulturalisme?</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/dialog-interaktif-solo-perlukah-perda-multikulturalisme.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/dialog-interaktif-solo-perlukah-perda-multikulturalisme.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 04:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/dialog-interaktif-solo-perlukah-perda-multikulturalisme.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com, Solo. Johny Nelson Simanjuntak, SH (anggota komisioner Komnas HAM) pernah mengatakan bahwa penanganan PKL, perempuan, dan anak terlantar, serta pluralisme di Solo ini relatif cukup bagus. Namun sayangnya hanya berdasarkan kebijakan wali kota.(Sinar Harapan, Rabu 24 Maret 2010). Lebih lanjut Johny mengatakan bahwa berbagai kebijakan tersebut selama ini masih sebatas kebijakan walikota sehingga dipandang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="HEIGHT: 160px" src="http://i921.photobucket.com/albums/ad53/bejhoo/71049-Royalty-Free-RF-Clipart-Illus.jpg" width="240" />MediaKeberagaman.com, Solo.</strong> Johny Nelson Simanjuntak, SH (anggota komisioner Komnas HAM) pernah mengatakan bahwa penanganan PKL, perempuan, dan anak terlantar, serta pluralisme di Solo ini relatif cukup bagus. Namun sayangnya hanya berdasarkan kebijakan wali kota.(Sinar Harapan, Rabu 24 Maret 2010). Lebih lanjut Johny mengatakan bahwa berbagai kebijakan tersebut selama ini masih sebatas kebijakan walikota sehingga dipandang tidak cukup kuat. Jika didasarkan pada kebijakan Walikota maka dia mengkhawatirkan akan berubah ketika jabatan itu diganti oleh orang lain. Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah daerah untuk mengeluarkan perda tentag PKL, perempuan, anak terlantar, dan pluralisme agar posisinya lebih kuat.</p>
<p><span id="more-376"></span>
<p>Untuk membedah wacana diatas, COMMITMENT bermaksud melakukan kegiatan dialog interaktive yang akan mengupas tentang Perda Multikulturalisme/ Pluralisme di Kota Solo seperti yang telah diwacanakan oleh Johny Nelson Simanjuntak diatas. Pertanyaan mendasar yang ingin kami ajukan adalah, sejauh mana urgensi/ pentingnya Perda Pluralisme ada di Kota Solo?. Apakah Perda Pluralisme akan mampu menjamin kehidupan masyarakat Solo secara aman, damai dalam masyarakat yang multikultural ini? Apakah Kota Solo telah memiliki SK Walikota tentang perda pluralisme?</p>
<p>Kegiatan dialog interaktif ini akan dilakukan pada: <strong>Jum-at, 18 Juni 2010 pukul 19.30 WIB – 21.00 WIB di Radio Republik Indonesia ( RRI ) Jl. Abdul Rachman Saleh No. 51 Surakarta.</strong> Dan Untuk pembicara yang dihadirkan adalah <em><strong>Johny Nelson Simanjuntak, SH (Komisioner Komnas HAM), Supartono, SH (kepala Bagian Hukum dan HAM Pemkot Surakarta) dan ST. Wiyono (Seniman/ budayawan)</strong></em></p>
<p>Kita berharap melalui program ini, akan muncul konsep hukum untuk memberikan perlindungan terhadap kehidupan multikulturalisme di kota Solo.</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/dialog-interaktif-solo-perlukah-perda-multikulturalisme.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Radio: Membangun Toleransi dan Perdamaian untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-toleransi-dan-perdamaian-untuk-mewujudkan-kerukunan-antar-umat-beragama.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-toleransi-dan-perdamaian-untuk-mewujudkan-kerukunan-antar-umat-beragama.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 01:43:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-toleransi-dan-perdamaian-untuk-mewujudkan-kerukunan-antar-umat-beragama.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com, Solo. Dalam masyarakat yang majemuk dengan berbagai umat beragama yang hidup didalamnya, perdamaian dan toleransi merupakan syarat dalam menciptakan tatanan kehidupan dengan tidak adanya bentuk kekerasan terhadap agama lain, penutupan tempat ibadah, ceramah agama yang menyebarkan kebencian terhadap agama lain, pemaksaan kehendak kapada sesama umat dengan dasar bid’ah dan sebagainya. Pola-pola kekerasan berbasis agama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 213px; HEIGHT: 160px" height="139" src="http://i921.photobucket.com/albums/ad53/bejhoo/on_the_air.jpg" width="240" />MediaKeberagaman.com, Solo.</strong> Dalam masyarakat yang majemuk dengan berbagai umat beragama yang hidup didalamnya, perdamaian dan toleransi merupakan syarat dalam menciptakan tatanan kehidupan dengan tidak adanya bentuk kekerasan terhadap agama lain, penutupan tempat ibadah, ceramah agama yang menyebarkan kebencian terhadap agama lain, pemaksaan kehendak kapada sesama umat dengan dasar bid’ah dan sebagainya. Pola-pola kekerasan berbasis agama ini masih sering kali terjadi dalam kehidupan masyarakat saat ini. Lemahnya pemahaman dan kesadaran tentang toleransi dan wujud perdamaian dalam kehidupan masyarakat menjadikan persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah (Negara), tokoh agama,tokoh masyarakat, aparat keamanan dan sebagainya</p>
<p><span id="more-344"></span>
<p>Untuk Membahas hal tersebut <strong>COMMITMENT Solo</strong> berencana mengadakan dialog interaktif radio yang akan deselenggarakan pada:</p>
<p><strong>Hari/ Tanggal :</strong> Kamis, 29 April  2010</p>
<p><strong>Waktu :</strong> 20.00 WIB – 21.00 WIB</p>
<p><strong>Tempat </strong>: Radio Ria FM (Komplek Toko Buku Gramedia Jl. Slamet Riyadi No. 284) Jl. Abdul Rachman Saleh No. 51 Surakarta        </p>
<p><strong>Pembicara:</strong> Maria Ulfah Ansor, M.Si ( Ketua Umum PP Fatayat NU ) dan Drs. Abdullah Faishol ,M.Hum</p>
<p>Melalui program ini, diharapkan akan muncul kesadaran bagi warga masyarakat Kota Surakarta untuk menjaga harmonisasi kehidupan dalam melaksanakan toleransi dan perdamaian</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-toleransi-dan-perdamaian-untuk-mewujudkan-kerukunan-antar-umat-beragama.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPEK-HAM dan Kesbang Pol dan Linmas kota Surakarta adakan Workshop</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/spek-ham-dan-kesbang-pol-dan-linmas-kota-surakarta-adakan-workshop.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/spek-ham-dan-kesbang-pol-dan-linmas-kota-surakarta-adakan-workshop.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 02:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/spek-ham-dan-kesbang-pol-dan-linmas-kota-surakarta-adakan-workshop.php</guid>
		<description><![CDATA[Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM (SPEK-HAM) bekerja sama dengan Kantor Kesbang Pol dan Linmas kota Surakarta akan mengadakan workshop dengan tema &#8220;Menyusun Mekanisme Perlindungan Kebebasan Menjalankan Agama dan Keyakinan&#8221; untuk aparatus pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan Lembaga agama, Ormas/LSM dan Masyarakat se-Kota Surakarta. Acara ini akan dilaksanakan pada: Rabu-Kamis (14- 15 April 2010) pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="WIDTH: 213px; HEIGHT: 160px" height="139" alt="" hspace="0" src="http://i921.photobucket.com/albums/ad53/bejhoo/CLIPART_OF_18552_SM_2.jpg" width="240" border="0" /><strong>Solidaritas</strong> <strong>Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM (SPEK-HAM)</strong> bekerja sama dengan <strong>Kantor Kesbang Pol dan Linmas kota Surakarta</strong> akan mengadakan workshop dengan tema <em>&#8220;Menyusun Mekanisme Perlindungan Kebebasan Menjalankan Agama dan Keyakinan&#8221;</em> untuk aparatus pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan Lembaga agama, Ormas/LSM dan Masyarakat se-Kota Surakarta. Acara ini akan dilaksanakan pada: <strong><em>Rabu-Kamis (14- 15 April 2010) pada pukul 08.30 &#8211; 14.00 WIB dan bertempat di Hotel DANA Jl. Slamet Riyadi no. 286 Surakarta.</em></strong> Untuk Keterangan lebih lanjut dan konfirmasi dapat menghubungi Kantor Kesbang Pol dan Linmas Kota Surakarta di Telp/Fax 0271 636564</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/spek-ham-dan-kesbang-pol-dan-linmas-kota-surakarta-adakan-workshop.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COMMITMENT dan BAGKS Adakan Diskusi Survivor Tentang Kasus Kekerasan &#8216;Berbasis agama&#8217;</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/commitment-dan-bagks-adakan-diskusi-survivor-tentang-kasus-kekerasan-berbasis-agama.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/commitment-dan-bagks-adakan-diskusi-survivor-tentang-kasus-kekerasan-berbasis-agama.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 05:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/commitment-dan-bagks-adakan-diskusi-survivor-tentang-kasus-kekerasan-berbasis-agama.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com, Solo. Berdasarkan data dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Commitment, dimunculkan satu wacana bahwa pelaku penutupan tempat ibadah bukan dilakukan oleh sekelompok laskar melainkan oleh pengurus RT setempat/lingkungan. Disamping itu, wacana lain yang dikembangkan bahwa di Kota Solo tidak ada kasus pelarangan kegiatan ibadah. Penutupan tempat ibadah selama ini lebih dikaitkan dengan masalah proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 213px; HEIGHT: 160px" height="139" alt="" hspace="0" src="http://josephmjoy.files.wordpress.com/2009/05/1193833179_group-discussion.jpg" width="240" border="0" />MediaKeberagaman.com, Solo.</strong> Berdasarkan data dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Commitment, dimunculkan satu wacana bahwa pelaku penutupan tempat ibadah bukan dilakukan oleh sekelompok laskar melainkan oleh pengurus RT setempat/lingkungan. Disamping itu, wacana lain yang dikembangkan bahwa di Kota Solo tidak ada kasus pelarangan kegiatan ibadah. Penutupan tempat ibadah selama ini lebih dikaitkan dengan masalah proses perijinan.</p>
<p>Informasi lain yang dimiliki beberapa lembaga menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol dan Linmas dan FKUB, sedang melakukan pendataan terhadap seluruh tempat ibadah yang sudah maupun belum memiliki IMB dan memiliki surat keterangan. Pendataan ini akan digunakan oleh FKUB untuk memberikan rekomendasi terhadap seluruh tempat ibadah yang belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bisa segera memprosesnya. Disamping itu, FKUB juga sedang memfasilitasi proses pemberian surat rekomendasi terhadap beberapa tempat ibadah</p>
<p><span id="more-312"></span>
<p>Untuk mendiskusikan dampak, peluang dan hambatan atas rencana pemerintah daerah terkait dengan masalah perijinan tempat ibadah maka COMMITMENT Solo bekerjasama dengan Badan Antar Gereja-gereja Kristen Surakarta (BAGKS) akan mengadakan diskusi terbatas yang akan dilakukan pada:</p>
<p>Hari/ Tanggal  : Kamis, 25 Maret 2010</p>
<p>Waktu           : 13.00 WIB</p>
<p>Tempat         : Kantor BAGKS  Jl. DI. Panjaitan No. 31, Banjarsari, Surakarta Telp. 638848</p>
<p>Dan yang menjadi narasumber adalah Pendeta Bambang Mulyatno, S.Th, M.Si dan salah satu survivor / korban kekerasan berbasis agama, dengan moderator Cecep Choirul Sholeh dari COMMITMENT</p>
<p>Dari diskusi ini diharapkan akan muncul kesadaran bagi warga masyarakat Kota Surakarta untuk menciptakan harmonisasi kehidupan di kota ini.</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/commitment-dan-bagks-adakan-diskusi-survivor-tentang-kasus-kekerasan-berbasis-agama.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Radio: Membangun Solo Sebagai Kota Multikultur</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-solo-sebagai-kota-multikultur.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-solo-sebagai-kota-multikultur.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 06:53:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-solo-sebagai-kota-multikultur.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com-Solo. Potret sosiologis masyarakat kota yang multi agama, multi etnis, dan multi (penguasaan aset-aset) ekonomi, menjadi problem serius. Kita tahu, di manapun, pluralitas selalu menjadi sumber potensial konflik, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara nyata. Tidak heran gerakan ”radikalisasi” acapkali muncul di Kota Solo, dengan motif-motif ekonomi, pluralitas agama maupun etnis etnis. Kompleksitas bagai bahan bakar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 191px; HEIGHT: 160px" height="139" alt="dialog radio" src="http://2.bp.blogspot.com/_H5lNDW0hCLI/Sl9nfBugsUI/AAAAAAAAAvc/wjExi_Fj7cU/s320/radio+mike.gif" width="240" />MediaKeberagaman.com-Solo</strong>. Potret sosiologis masyarakat kota yang multi agama, multi etnis, dan multi (penguasaan aset-aset) ekonomi, menjadi problem serius. Kita tahu, di manapun, pluralitas selalu menjadi sumber potensial konflik, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara nyata. Tidak heran gerakan ”<em>radikalisasi”</em> acapkali muncul di Kota Solo, dengan motif-motif ekonomi, pluralitas agama maupun etnis etnis. Kompleksitas bagai bahan bakar yang sangat mudah disulut api. Sedikit saja &#8220;<em>disentuh</em>”, akan memantik peristiwa yang maha besar.</p>
<p>Untuk membedah wacana diatas <strong>COMMITMENT Solo</strong> bermaksud melakukan kegiatan dialog interaktive yang akan mengupas beberapa persoalan diatas. Dialog akan menghadirkan <em><strong>Muttoharun Zinan, M.Ag</strong></em> dari Pusat Studi Budaya (PSB) Universitas Muhammadiyah Surakarta dan <strong><em>Gusti Dipokusumo</em></strong> (Keraton Kasunanan).</p>
<p><span id="more-309"></span>
<p>Kegiatan dialog interaktif ini akan dilakukan pada:</p>
<p><strong>Hari/ Tanggal</strong>         : Jum’at, 5 Maret  2010</p>
<p><strong>Waktu </strong>                   : 19.30 WIB – 20.30 WIB</p>
<p><strong>Tempat  </strong>                : Radio Republik Indonesia ( RRI ) Jl. Abdul Rachman</p>
<p>                               Saleh No. 51 Surakarta </p>
<p>Kegiatan dialog interaktive ini diselenggarakan oleh  <strong>COMMITMENT Solo</strong> yang beralamat di Jl. Jambu Raya No. 39, Jajar, Laweyan, Solo, Telp. (0271)9250690</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/dialog-radio-membangun-solo-sebagai-kota-multikultur.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FKPI mengadakan Diskusi Survivor di Hotel Indah Palace.</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/fkpi-mengadakan-diskusi-survivor-di-hotel-indah-palace.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/fkpi-mengadakan-diskusi-survivor-di-hotel-indah-palace.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 03:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/fkpi-mengadakan-diskusi-survivor-di-hotel-indah-palace.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com-Solo. Kota Solo dengan kemajemukan warga masyarakat, masih sering terdengar kasus-kasus kekerasan yang berbasiskan agama. Beberapa hal diantaranya masalah perijinan pendirian rumah ibadah , ada &#8216;Penolakan&#8217; dari masyarakat dan beberapa alasan &#8216;Subjektif&#8217; yang menguntungkan kelompok tertentu. Untuk merespon hal tersebut, beberapa lembaga di Kota Solo diantaranya: FKPI, COMMITMENT dan SPEK-HAM berencana menyusun satu konsep yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MediaKeberagaman.com-Solo.</strong> Kota Solo dengan kemajemukan warga masyarakat, masih sering terdengar kasus-kasus kekerasan yang berbasiskan agama. Beberapa hal diantaranya masalah perijinan pendirian rumah ibadah , ada <em>&#8216;Penolakan&#8217;</em> dari masyarakat dan beberapa alasan &#8216;Subjektif&#8217; yang menguntungkan kelompok tertentu. Untuk merespon hal tersebut, beberapa lembaga di Kota Solo diantaranya: <em><strong>FKPI, COMMITMENT dan SPEK-HAM</strong></em> berencana menyusun satu konsep yang bertujuan memberikan jaminan dan perlindungan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.</p>
<p>Tema diskusi koordinasi antar korban tersebut adalah <strong>&#8220;Membangun Mekanisme Jaminan dan Perlindungan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Kota surakarta, Mungkinkah?&#8221;</strong> dan akan di adakan pada hari Sabtu, 20 Februari 2010 di Hotel Indah Palace Tipes. Sedangkan Pembicara yang dihadirkan adalah <em><u>Isharyanto, SH, M.Hum</u></em> (Dosen Fak Hukum UNS) dan <u><em>Vera Kartika Giantari, SH</em></u> (Direktur SPEK-HAM) dengan Fasilitator <em><u>Pdt. Paulus Hartono, STh, M.Min</u></em> dari FKPI. Kita berharap dari diskusi ini akan didapatkan hasil yang bermanfaat bagi kehidupan beragama di Kota Solo ini, Semoga!</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/fkpi-mengadakan-diskusi-survivor-di-hotel-indah-palace.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komnas HAM adakan Pelatihan Ham Dasar di Surakarta</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/komnas-ham-adakan-pelatihan-ham-dasar-di-surakarta.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/komnas-ham-adakan-pelatihan-ham-dasar-di-surakarta.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/komnas-ham-adakan-pelatihan-ham-dasar-di-surakarta.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com-Solo. Aparat Negara menjadi ujung tombak untuk mendorong dan melecut masyarakat sipil dan pihakterkait lainnya agar tergerak untuk melakukan perubahan menuju kehidupan demokratis yang bersandar pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM. Aparatur Negara mampu memberikan trigger untuk melaksanakan pemerintahan yang berbasis pada pemenuhan hak azasi manusia karena mereka langsung bersentuhan dengan rakyat yang menjadi kalangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 240px; HEIGHT: 160px" height="139" alt="Seminar" src="http://i45.tinypic.com/oqk6ip.gif" width="240" />MediaKeberagaman.com-Solo.</strong> Aparat Negara menjadi ujung tombak untuk mendorong dan melecut masyarakat sipil dan pihakterkait lainnya agar tergerak untuk melakukan perubahan menuju kehidupan demokratis yang bersandar pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM. Aparatur Negara mampu memberikan trigger untuk melaksanakan pemerintahan yang berbasis pada pemenuhan hak azasi manusia karena mereka langsung bersentuhan dengan rakyat yang menjadi kalangan yang rentan menjadi korban HAM. Selain itu, aparatur negara juga merupakan target sasaran yang tepat dalam melakukan diseminasi nilai-nilai HAM kepada masyarakat luas karena aparatur negara merupakan institusi yang kerap menjadi mediator antara rakyat dan pemerintahan.</p>
<p><span id="more-298"></span>
<p>Mengingat peran penting aparatur negara tersebut maka Komnas HAM memandang perlu untuk menggelar acara workshop HAM Dasar untuk Aparatur Negara, yang akan dilakukan pada tanggal 9 &#8211; 11 Februari 2010 di Hotel Solo Inn Solo. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar HAM dan memberikan pengetahuan tentang akses keadilan bagi masyarakat.</p>
<p>Pelaksana kegiatan ini adalah KOMNAS HAM dan SPEK-HAM (Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia). Kita berharap acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/komnas-ham-adakan-pelatihan-ham-dasar-di-surakarta.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FKPI Adakan Pelatihan Transformasi Konflik Lanjutan untuk Masyarakat Joyosuran</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/fkpi-adakan-pelatihan-transformasi-konflik-lanjutan-untuk-masyarakat-joyosuran.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/fkpi-adakan-pelatihan-transformasi-konflik-lanjutan-untuk-masyarakat-joyosuran.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 07:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/fkpi-adakan-pelatihan-transformasi-konflik-lanjutan-untuk-masyarakat-joyosuran.php</guid>
		<description><![CDATA[Media Keberagaman.Com-Solo. Konflik adalah sesuatu yang pasti ada di lingkungan masyarakat, karena kita hidup dalam lingkungan yang mempunyai beragam budaya dan agama. Kemampuan mengelola konflik merupakan hal yang penting dan sangat berperan dalam menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena jika konflik tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="WIDTH: 226px; HEIGHT: 199px" height="170" alt="Pelatihan Managemen Konflik" src="http://i45.tinypic.com/oqk6ip.gif" width="198" /><strong>Media Keberagaman.Com-Solo</strong>. Konflik adalah sesuatu yang pasti ada di lingkungan masyarakat, karena kita hidup dalam lingkungan yang mempunyai beragam budaya dan agama. Kemampuan mengelola konflik merupakan hal yang penting dan sangat berperan dalam menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena jika konflik tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat, kerusuhan misalnya.</p>
<p>Atas dasar tersebut,<em><strong>Forum Kemanusiaan dan Persaudaraan Indonesia (FKPI)</strong></em> akan mengadakan pelatihan tranformasi konflik lanjutan yang akan dilaksanakan pada hari <em><strong>Sabtu dan Minggu (23 &amp; 24 Januari 2010) bertempat di Hotel BIP Tawangmangu</strong></em>, dan acara itu akan dimulai pada pukul 07.30 wib. Peserta yang akan mengikuti pelatihan ini adalah para tokoh agama,tokoh masayrakat, pemuda,tokoh perempuan dan lembaga-lembaga sosial masyarakat se Kelurahan Joyosuran. Sedangkan trainer yang di hadirkan adalah <em><strong><u>Paulus Hartono, M.Min dan Drs.H.Dian Nafi&#8217;,M.Pd</u></strong></em></p>
<p><span id="more-290"></span>
<p>Semua berharap pelatihan ini bisa memberikan hasil yang maksimal demi tercapainya perdamaian bagi masyarakat Joyosuran khusunya maupun perdamaian bagi seluruh umat manusia.</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/fkpi-adakan-pelatihan-transformasi-konflik-lanjutan-untuk-masyarakat-joyosuran.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Publik Tentang Bentuk-Bentuk Mekanisme Perlindungan dalam Beribadat dan Berkeyakinan di Kota Solo</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/diskusi-publik-tentang-bentuk-bentuk-mekanisme-perlindungan-dalam-beribadat-dan-berkeyakinan-di-kota-solo.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/diskusi-publik-tentang-bentuk-bentuk-mekanisme-perlindungan-dalam-beribadat-dan-berkeyakinan-di-kota-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 01:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/diskusi-publik-tentang-bentuk-bentuk-mekanisme-perlindungan-dalam-beribadat-dan-berkeyakinan-di-kota-solo.php</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sosial khususnya menjalankan ibadah dan berkeyakinan, pemerintah wajib melindungi hak-hak dasar tersebut, sehingga mekanisme perlindungan terhadap hak-hak warga negara tersebut merupakan kebutuhan yang harus diberikan oleh negara baik diminta ataupun tidak. Rasa aman, nyaman dan tentram dapat dirasakan setiap orang dalam melakukan ritual agamanya secara khusuk tanpa diganggu oleh siapapup Mengacu dari beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="WIDTH: 190px; HEIGHT: 166px" height="136" alt="Diskusi COMMITMENT" src="http://mikebm.files.wordpress.com/2008/09/discussion.gif" width="238" />Dalam kehidupan sosial khususnya menjalankan ibadah dan berkeyakinan, pemerintah wajib melindungi hak-hak dasar tersebut, sehingga mekanisme perlindungan terhadap hak-hak warga negara tersebut merupakan kebutuhan yang harus diberikan oleh negara baik diminta ataupun tidak. Rasa aman, nyaman dan tentram dapat dirasakan setiap orang dalam melakukan ritual agamanya secara khusuk tanpa diganggu oleh siapapup</p>
<p>Mengacu dari beberapa kasus yang terjadi di kota Solo, adanya <em><u>penutupan gereja oleh kelompok sipil, pembubaran rumah do’a,  pembubaran ritual aktivitas keagamaan yaitu yasinan / tahlilan, pelarangan pakai janur dalam sacara resepsi pernikahan di salah satu kalurahan di kota solo</u></em>, dan mungkin akan terjadi di tempat-tempat lain merupakan gambaran masih lemahnya mekanisme perlindungan kebebasaan beribadat dan berkeyakinan yang dialami masyarakat. Kasus-kasus ini merupakan tanggung jawab negara yang diemban oleh beberapa instansi yang bertanggung jawab dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian masyarakat di kota Solo</p>
<p><span id="more-264"></span>
<p>Untuk menyikapi hal tersebut COMMITMENT mengadakan diskusi publik dengan tema <strong><em>&#8220;Bentuk-Bentuk Mekanisme Perlindungan dalam Beribadat dan Berkeyakinan di Kota Solo&#8221;</em></strong> Rabu, 23 Desember 2009 bertempat kantor COMMITMENT Solo Jl. Jambu raya No. 39, Jajar, Surakarta, Telp. 9250690 pukul 09.00 – 12.00 Wib dengan narasumber dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Surakarta dan Kepolisian Kota Besar Surakarta (Kapoltabes)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/diskusi-publik-tentang-bentuk-bentuk-mekanisme-perlindungan-dalam-beribadat-dan-berkeyakinan-di-kota-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Warga Joyosuran: Kami semua merasa khawatir dan takut!</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/testimoni-warga-joyosuran-kami-semua-merasa-khawatir-dan-takut.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/testimoni-warga-joyosuran-kami-semua-merasa-khawatir-dan-takut.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 20:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Commitment]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Joyosuran]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop FKPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/testimoni-warga-joyosuran-kami-semua-merasa-khawatir-dan-takut.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.Com-Solo.” Siapa yang tidak khawatir dan takut mas…lha wong puluhan kendaraan bermotor dengan suara yang memekakkan telinga masuk ke gang-gang sempit di daerah kami sambil berteriak jihad…jihad…jihad….Mereka juga membawa tongkat bahkan pedang…” ujar Ibu Wati (Bukan nama sebenarnya). Pernyataan diatas merupakan testimoni salah seorang warga di Kampung Joyosuran, Pasar Kliwon yang ditemui saat workshop membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 152px; HEIGHT: 196px" height="248" alt="Ketakutan" src="http://azer10.files.wordpress.com/2008/01/takut01.jpg" width="204" />MediaKeberagaman.Com-Solo.”</strong> Siapa yang tidak khawatir dan takut mas…lha wong puluhan kendaraan bermotor dengan suara yang memekakkan telinga masuk ke gang-gang sempit di daerah kami sambil berteriak jihad…jihad…jihad….Mereka juga membawa tongkat bahkan pedang…”</em> ujar Ibu Wati (Bukan nama sebenarnya).</p>
<p>Pernyataan diatas merupakan testimoni salah seorang warga di <strong>Kampung Joyosuran,</strong> Pasar Kliwon yang ditemui saat <em><u>workshop membangun mekanisme pertahanan yang diselenggarakan oleh FKPI</u></em> pada hari Minggu (29/11) lalu. Menurut penuturan beliau, hampir setiap malam minggu salah satu organisasi masyarakat sipil yang berkedok agama selalu melakukan konvoi dengan kendaraan bermotor dan masuk ke gang-gang sempit ditengah-tengah kampung.</p>
<p><span id="more-253"></span>
<p><em>“Sering terjadi di Kampung Kami, mereka (kelompok sipil tertentu) langsung masuk ke rumah-rumah penduduk tanpa permisi dan tidak sopan menggeledah rumah-rumah warga untuk mencari minuman keras. Ada juga kasus penutupan tempat doa maupun kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat seperti; Yasinan, pernikahan, khitanan dll”</em> tambah Ibu Wati. Testimoni yang disampaikan Ibu Wati ini merupakan bentuk intimidasi lain yang dihadapi oleh warga di Kampung Joyosuran.</p>
<p><strong><u>Kampung Joyosuran</u></strong> merupakan satu kampung yang terletak di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Wilayah ini berada dibagian selatan Kota Surakarta yang pada umumnya dicirikan sebagai perkampungan kumuh dan padat penduduknya jika dibandingkan dengan bagian utara. Berdasarkan Surakarta Dalam Angka (2005) tingkat kepadatan penduduk di Pasar Kliwon adalah 17.989 jiwa/ kmÂ² yang berarti bahwa tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini telah melewati batas ambang kelayakan menurut standart PBB yaitu sebesar 10.000 jiwa/kmÂ².</p>
<p>Untuk sekedar mengingatkan, diwilayah ini juga pernah terjadi bentrokan yang menewaskan warga sekitar bernama <em>Heri Yulianto (Kipli) sekitar bulan Maret 2008 lalu,</em> yang telah menghadap-hadapkan antara masyarakat dengan kelompok sipil tertentu yang menggunakan kedok agama. Peristiwa ini berawal ketika belasan pemuda yang sedang kumpul-kumpul diserang oleh kurang lebih 100 laskar yang berjalan kaki. Setiba dilokasi, kelompok tersebut langsung membubarkan belasan pemuda yang berpesta minuman keras (miras), namun mendapat perlawanan. Perkelahian tak seimbang pun tak terelakkan dan belasan pemuda itu terdesak karena kalah jumlah. Beberapa dari mereka menghubungi teman lainnya sehingga puluhan pemuda berdatangan dan ikut terlibat perkelahian dengan anggota laskar. <strong><u>Akibat bentrokan ini Kipli akhirnya meninggal dunia sedang satu orang lagi yaitu Tri Joko luka-luka cukup parah (Kelik Ismunandar, 2008).</u></strong></p>
<p>Akibat kasus yang menewaskan Kipili ini dan beberapa intimidasi yang terus dilakukan, warga Joyosuran selalu dirundung rasa kekhawatiran dan ketakutan. <em>”Kami hanya mengkhawatirkan anak-anak dan juga suami Kami yang bisa jadi korban setiap saat. Hidup kami terasa tidak nyaman di Joyosuran”</em> tambah Ibu Yanti (bukan nama sebenarnya)</p>
<p><strong>Terjadinya Pembiaran</strong></p>
<p>Bentuk-bentuk intimidasi, teror yang dialami oleh warga Joyosuran tidak terlepas dari pembiaran yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam hal ini pihak Kepolisian Kota Surakarta. Menurut penuturan Ibu Susi (bukan nama sebenarnya) dan beberapa warga yang lain menyatakan bahwa setiap kali ada konvoi kendaraan bermotor, pihak Kepolisian tidak melakukan pembubaran namun seolah-olah mereka malah melakukan pengawalan dari belakang. Dan ketika masyarakat mengadukan hal ini, pihak Kepolisian menyatakan,”Kami belum bisa bertindak karena belum ada korban” ungkapnya.</p>
<p>Pernyataan dari masyarakat tersebut coba dikonfirmasikan kepada pihak Kepolisian saat diadakan <u><strong>dialog interaktive yang dilakukan oleh Commitment</strong></u> pada hari Kamis (26/11) lalu. <em>”Ada pertimbangan tertentu yang dilakukan oleh pihak Kepolisian dengan tidak melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok tersebut, demi pertimbangan yang lebih luas. Kami menghindari konflik yang lebih besar, jika Kami melakukan tindakan tegas kepada mereka”,</em> begitu ungkap pihak Kepolisian yang menjadi narasumber sore itu.</p>
<p>Menurut penuturan warga yang lain, bahwa anggota kelompok masyarakat sipil tersebut sebagian besar berasal dari kampung diluar Joyosuran. Mereka didatangkan/ diundang oleh anggota kelompok tersebut yang berasal dari Joyosuran untuk melakukan konvoi setiap malam minggu dan juga melakukan penggeledahan beberapa rumah yang dicurigai menyimpan/ menjual minum-minuman keras.</p>
<p><em>”Kami sesungguhnya merasa marah mas dengan kondisi seperti ini, tapi mau bagaimana lagi? Mereka sangat tidak sopan masuk ke rumah penduduk dan menggeledah (membuka) lemari dan tempat-tempat lain. Kalau nanti Kami melawan, urusannya akan tambah panjang tapi kalau tidak mereka akan terus menerus melakukan intimidasi kepada Kami. Harapan Kami, aparat keamanan dan pemerintah daerah harus mengambil tindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang telah melakukan tindakan intimidasi dan teror kepada warga. Karena kalau tidak, konflik antar warga bisa terjadi setiap saat”,</em> imbuh Ibu Susi menutup pembicaraan ini.</p>
<p>Kasus yang terjadi di Joyosuran, bisa jadi merupakan satu potret kecil situasi umum yang terjadi di wilayah Surakarta dan sekitarnya terkait dengan munculnya berbagai organisasi masyarakat sipil berkedok agama yang sering menggunakan kekerasan. Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh Commitment, telah terjadi penutupan tempat ibadah, pelarangan kegiatan masyarakat oleh beberapa organisasi ini yang belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kota Surakarta. Dalam hal ini, kebebasan berkeyakinan adalah manifestasi dari hak azasi manusia yang paling mendasar. Tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi penerapan HAM sebab HAM adalah sesuatu yang dijamin secara konstitusional. Hal ini ditegaskan dalam <u><strong>pasal 2 DUHAM</strong></u> yang menyatakan, <em><strong>“Setiap orang berhak atas semua hak…tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama/keyakinan, politik atau pendapat yang berlainan….”</strong></em> Demikian pula <u><strong>Pasal 18 DUHAM</strong></u> yang menyebutkan<em><strong>“Setiap orang memiliki hak atas kebebasan berpikir, berhati nurani dan beragama; hak ini termasuk kebebasan berganti agama atau keyakinan…”</strong></em></p>
<p>Dan jika Pemerintah Kota Surakarta maupun aparat keamanan tidak melakukan tindakan apapaun terhadap kelompok ini, maka bisa dikatakan Pemerintah Kota Surakarta maupun aparat keamanan bisa dituding melakukan pelanggaran HAM dengan membiarkan terjadinya pelanggaran HAM oleh kelompok tertentu. Untuk itu sudah saatnya Pemerintah Kota Surakarta maupun aparat keamanan bertindak lebih tegas demi memberikan perlindungan dan jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan. (Mhr)</p>
<h3>Berita Terkait:</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://mediakeberagaman.com/harian-solopos-tempat-ibadah-tak-ber-imb-picu-konflik.php" title="Harian Solopos: Tempat ibadah tak ber-IMB picu konflik">Harian Solopos: Tempat ibadah tak ber-IMB picu konflik</a></li>
<li><a href="http://mediakeberagaman.com/utusan-icld-swedia-kunjungi-commitment.php" title="Utusan ICLD Swedia Kunjungi COMMITMENT">Utusan ICLD Swedia Kunjungi COMMITMENT</a></li>
<li><a href="http://mediakeberagaman.com/seminar-tentang-perdamaian-dan-konflik-di-kelurahan-joyosuran.php" title="Seminar Tentang Perdamaian dan Konflik di Kelurahan Joyosuran">Seminar Tentang Perdamaian dan Konflik di Kelurahan Joyosuran</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/testimoni-warga-joyosuran-kami-semua-merasa-khawatir-dan-takut.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

