Dialog video konferensi pemuda Solo-Ambon: Konflik hanya akan membawa kehancuran

Categorized Under: Berita one Commented

Solo (Espos) Munculnya suatu perbedaan dalam kemajemukan hendaknya bisa dihargai sehingga tercipta perdamaian dan ketenteraman bagi semua orang. Penegasan itu mengemuka dalam dialog video konferensi yang diikuti kalangan pelajar, pemuda dan sejumlah tokoh agama serta aktivis.

Acara dialog itu sendiri diselenggarakan oleh Peace Tech bekerja sama dengan The Wahid Institute dan Yayasan Selasih, bertempat di Wisma Dewa Dewi Solo, Sabtu (13/6). Dialog video konferensi dilakukan di dua tempat, yaitu Solo dan Ambon. Dialog menghadirkan mantan Panglima Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas, aktivis perdamaian Zakia Samal dan Rumadi (intelektual Islam). Ketiganya melakukan dialog video konferensi di Ambon. Di Solo, hadir pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Dian Nafi’.

Salah seorang peserta konferensi di Ambon, Riana berpendapat bangsa Indonesia akan semakin mudah dipengaruhi dan diceraiberaikan oleh bangsa lain, bila masyarakatnya tidak bisa menghargai adanya perbedaan.
”Masyarakat Indonesia seharusnya terus mempererat persatuan dan kesatuan. Ingatlah, bersatu kita teguh dan bercerai kita akan runtuh. Bila tidak bersatu, maka bangsa ini akan semakin mudah diceraiberaikan bangsa lain,” tandas siswi kelas II SMA di Ambon itu dalam tayangan video konferensi.

Sementara Nasir, yang juga dikenal sebagai otak dari berbagai peristiwa pemboman di berbagai daerah, mengakui kesalahannya. Nasir yang belajar ilmu perang, persenjataan dan bahan peledak serta cara merakit bom di Afghanistan pada usia 18 tahun juga mengaku bahwa dirinya dulu anti pemerintah dan anti polisi.
”Saya ditangkap kepolisian Indonesia 18 April 2003. Setelah kejadian itu baru saya sadar bahwa sangkaan saya selama ini salah,” ujarnya.

Dalam acara di Solo yang dipandu artis Cici Tegal dan di Ambon dipandu Ramzi itu, aktivis perdamaian saat kerusuhan Ambon, Zakia berbagi cerita tentang pentingnya perdamaian. ”Konflik sipil hanya membawa kehancuran. Bukan hanya kehancuran fisik bangunan, tetapi juga kehancuran manusia.” Sementara Dian Nafi’ dalam paparannya mengatakan pengalaman merupakan guru yang terbaik. Karena itu, sejarah terjadinya konflik hendaknya menjadi pengalaman berharga, agar bangsa ini tidak terpecah belah hanya karena adanya perbedaan. – Oleh : iik (Solopos Edisi : Sabtu, 13 Juni 2009 , Hal.3)

Berita Lainnya:

Dapatkan Berita di Email anda! Berlangganan berita kami dengan memasukkan email anda

Masukkan email anda:

One Response to “Dialog video konferensi pemuda Solo-Ambon: Konflik hanya akan membawa kehancuran”

  1. loans canada says:

    mediakeberagaman.com is very informative. The article is very professionally written. I enjoy reading mediakeberagaman.com every day.

Leave a Reply