<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MediaKeberagaman.com</title>
	<atom:link href="http://mediakeberagaman.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediakeberagaman.com</link>
	<description>Menebar Toleransi Menuai Perdamaian</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 15:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gong Perdamaian Mulai Dikirab dari Sukoharjo</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/gong-perdamaian-mulai-dikirab-dari-sukoharjo.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/gong-perdamaian-mulai-dikirab-dari-sukoharjo.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/gong-perdamaian-mulai-dikirab-dari-sukoharjo.php</guid>
		<description><![CDATA[Makan Waktu Sembilan Bulan, Kerahkan 20 Orang Gong Perdamaian 2011, hasil karya warga Wirun, Mojolaban bakal digunakan untuk pembukaan KTT ke-19 ASEAN di Bali 19 November, mendatang. Untuk membuat gong berukuran 5 meter dengan berat 1,5 ton dikerjakan selama sembilan bulan. Muhammad Ismail Kerumunan orang memenuhi Markas Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Surakarta di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Makan Waktu Sembilan Bulan, Kerahkan 20 Orang</em></strong></p>
<p>Gong Perdamaian 2011, hasil karya warga Wirun, Mojolaban bakal digunakan untuk pembukaan KTT ke-19 ASEAN di Bali 19 November, mendatang. Untuk membuat gong berukuran 5 meter dengan berat 1,5 ton dikerjakan selama sembilan bulan.</p>
<p><em><u>Muhammad Ismail</u></em> </p>
<p>Kerumunan orang memenuhi Markas Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Surakarta di Telukan, Grogol, Sukoharjo Selasa (8/11) pagi. Sepanjang jalan menuju markas dijaga ketat sejumlah aparat keamanan dari berbagai institusi. Bahkan sejumlah siswa mulai SD dan SMP dari Grogol memadati sepanjang jalan dengan membawa bendera merah putih. <br />
Tepat pukul 09.00 WIB, truk besar dengan membawa gong berukuran raksasa 5 meter dengan berat 1,5 ton membuat para siswa dan masyarakat tercengang. Mereka kagum dengan gong besar tersebut.</p>
<p><span id="more-466"></span>
<p>Gong besar tersebut dinamai Gong Perdamaian yang dikirab mulai dari Sukoharjo menuju ke Bali untuk pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN pada 19 November, mendatang. </p>
<p>Dari Sukoharjo, gong dikirab menuju Semarang. Selanjutnya, akan diangkut menggunakan kapal melalui pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Iring-iringan kirab tersebut membuat sepanjang jalan yang dilalui menjadi macet. Pelepasan kirab gong tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sukoharjo Haryanto.</p>
<p>
Haryanto mengatakan Sukoharjo menyambut baik pelepasan Gong Perdamaian Dunia 2011 tersebut. Gong Perdamaian menjadi simbol perdamaian di mana menjadi salah satu dari kelengkapan yang akan dipakai dalam pembukaan KTT ke-19 ASEAN.</p>
<p>“Sangat apresiatif dengan Gong Perdamaian yang dibuat oleh masyarakat Sukoharjo ini. Terlebih gong tersebut akan digunakan dalam pembukaan KTT ke-19 di Bali,” ujar Haryanto. Haryanto mengaku gong merupakan alat tradisional sebagai kelengkapan gamelan. Di mana gamelan menjadi kebanggaan masyarakat Sukoharjo khususnya warga Wirun, Mojolaban.  “Potensi industri besar gamelan merupakan tradisi masyarakat Sukoharjo khususnya di Wirun, Mojolaban sehingga layak dipertahankan,” lanjutnya. </p>
<p>Salah satu perajin Gong Perdamaian, Muhammad Lukman Hakim mengatakan proses pembuatan memakan waktu lebih dari sembilan bulan dengan jumlah tenaga 20 orang. Bahan yang dipergunakan antara lain tembaga, kuningan, perak, besi, baja dan emas. Gong Perdamaian memiliki ukuran 5 meter dengan berat 1,5 ton. (sumber: Joglosemar edisi Rabu, 09/11/2011)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/gong-perdamaian-mulai-dikirab-dari-sukoharjo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harian Joglosemar: Salat Id Dulu, Lalu Kebaktian</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/harian-joglosemar-salat-id-dulu-lalu-kebaktian.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/harian-joglosemar-salat-id-dulu-lalu-kebaktian.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 08:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/harian-joglosemar-salat-id-dulu-lalu-kebaktian.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com, Solo. Minggu (6/11) pagi, ada yang berbeda di Gereja Kristen Jawa, Joyodiningratan. Umat Nasrani, yang biasanya sudah siap-siap untuk kebaktian, belum beraktivitas. Sebaliknya, selepas subuh, kesibukan justru sudah tampak di depan Masjid Al Hikmah, di Serengan, Solo, yang berdekatan dengan gereja itu. Mimbar khotbah diletakkan di luar masjid, sementara karpet dan tikar ditata di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MediaKeberagaman.com, Solo.</strong> Minggu (6/11) pagi, ada yang berbeda di Gereja Kristen Jawa, Joyodiningratan. Umat Nasrani, yang biasanya sudah siap-siap untuk kebaktian, belum beraktivitas. Sebaliknya, selepas subuh, kesibukan justru sudah tampak di depan Masjid Al Hikmah, di Serengan, Solo, yang berdekatan dengan gereja itu.  Mimbar khotbah diletakkan di luar masjid, sementara karpet dan tikar ditata di depannya. Para takmir masjid, tampak sibuk merampungkan persiapan untuk salat Idul Adha. Tak lama, jemaah salat pun berdatangan.</p>
<p><span id="more-465"></span>
<p>Sambil membawa sajadah dan koran, pria, wanita, tua hingga anak-anak mulai memenuhi Jalan Gatot Subroto No 222 Solo itu untuk menjalankan salat Id. Bahkan karena banyaknya jemaah salat yang datang, dan tidak tertampung di masjid, sebagian jemaah menjalankan salat depan Gereja. Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan itu, memang hanya dipisahkan tembok. Meski berimpitan, toleransi umat Islam dan Nasrani di kampung itu sangat tinggi. Contohnya, saat umat Nasrani rela memberikan ruang bagi umat muslim untuk menjalankan salat Id lebih dulu di depan gereja.</p>
<p>”Kondisi ini memang sudah ada sejak tahun 1947. Jadwal ibadah yang berbarengan pun tidak hanya sekali ini terjadi. Tapi karena toleransi yang sangat tinggi antarwarga kami dari dulu sampai sekarang tidak pernah terjadi gesekan apa pun. Bahkan sampai kapan pun kami percaya tidak akan ada,” ujar Daryanto, Ketua RT 5, yang juga Humas Masjid Al Hikmah.</p>
<p>Di Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sendiri, saban Minggu pagi sebenarnya ada jadwal kebaktian yang dimulai pukul 06.30 WIB. Namun, karena kemarin, bertepatan dengan Hari Idul Adha, maka sebagai wujud toleransi, jadwal ibadah kebaktian pagi pun diundur. Salat Id di masjid itu dimulai pukul 06.00 WIB, dengan imam ustaz Alwi bin Ali Al Habsyi. Usai salat Id dan kutbah, para jemaah pun ramai-ramai meninggalkan halaman gereja, untuk menjalankan penyembelihan hewan kurban. Berselang beberapa jam, sekitar pukul 08.30 WIB giliran jemaat Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan berdatangan untuk mengikuti kebaktian Minggu. (Sumber: Joglosemar, edisi Senin, 07/11/2011)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/harian-joglosemar-salat-id-dulu-lalu-kebaktian.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh NU Solo Raya Kutuk Bom di GBIS Kepunton Solo</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/tokoh-nu-solo-raya-kutuk-bom-di-gbis-kepunton-solo.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/tokoh-nu-solo-raya-kutuk-bom-di-gbis-kepunton-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 23:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/tokoh-nu-solo-raya-kutuk-bom-di-gbis-kepunton-solo.php</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;</p>
<p>&#60;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>MediaKeberagaman.com, Solo.</em></strong> Tragedi kekerasan bom bunuh diri di Geraja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo Jawa Tengah, Minggu (25/6) yang mengakibatkan 1 korban meninggal diduga bomber, 1 luka kritis, 14 luka rawat inap dan 5 korban rawat jalan, menjadi sorotan para pengurus NU di Solo Raya.</p>
<p>
Dian Nafi’ tokoh NU Solo mengatakan, pihak kepolisian harus menindak tegas para pelaku kekerasan yang terjadi di GBIS Kepunton Solo.Kasus-kasus keberagaman, perdamaian dan hak-hak warga negara yang terjadi di Solo Raya dilatarbelakangi berbagai aspek, pertama isu belum mempunyai ijin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadat, rumah tinggal dijadikan tempat ibadah. Kedua, kekhawatiran, kecurigaan, dianggap mengancam kelompok lain. Ketiga, dianggap mencampuri aqidah agama, dianggap sesat. Keempat, tidak mendapat persetujuan masyarakat.</p>
<p>
Belajar dari kasus ini, kata mantan Ketua PC NU Solo, hubungan antar organisasi, lintas agama perlu ditingkatkan kembali dan kembangkan nilai-nilai toleransi, yang selama ini dibangun. NU Solo Raya dihimbau aktif menyamaikan kepada jamaah dan jangan terprovokasi.</p>
<p><span id="more-462"></span>
<p>Sementara itu Ketua PC NU Sukoharjo, Nagib Sutarno, turut prihatin dan mengutuk atas kejadian di GBIS Kepunton Solo yang mencederai keberagaman. Saat ini pengurus NU Sukoharjo tengah lakukan koordinasi dengan aparat terkait. “Saya lagi di lokasi, bersama aparat kemanan,”kata Sutarno.</p>
<p>
Hal yang sama juga disampaikan Ketua PC NU Wonogiri, Mubarok, NU Solo Raya turut prihatin dan mengutuk tragedi di GBIS Kepunton, Solo. Pihak kepolisian jangan ragu terhadap setiap kegiatan yang mengarah kepada kekerasan. NU Solo Raya turut aktif dalam menyampaikan informasi kepada warga. Pantauan MK.Com di tempat kejadian perkara, warga Solo Raya berdesak-desakan ingin melihat TKP, yang dijaga ketat aparat kemanan. (cecep).</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/tokoh-nu-solo-raya-kutuk-bom-di-gbis-kepunton-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Kepunton Solo</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/sebuah-bom-bunuh-diri-meledak-di-gereja-kepunton-solo.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/sebuah-bom-bunuh-diri-meledak-di-gereja-kepunton-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 05:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/sebuah-bom-bunuh-diri-meledak-di-gereja-kepunton-solo.php</guid>
		<description><![CDATA[Solo, MediaKeberagaman.com &#8211; Bom bunuh diri meledak di Gereja Kepunton, Jl Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah. Bom tersebut meledak sekitar pukul 11.00 WIB. Dari informasi sementara yang diterima MediaKeberagaman.com sampai pukul 12.00 WIB, Minggu (25/9/2011), jumlah korban meninggal sebanyak 1 orang dan diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Bom meledak sekitar jam 11:00 Bom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Solo, MediaKeberagaman.com</em></strong> &#8211; Bom bunuh diri meledak di Gereja Kepunton, Jl Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah. Bom tersebut meledak sekitar pukul 11.00 WIB.</p>
<p>Dari informasi sementara yang diterima MediaKeberagaman.com sampai pukul 12.00 WIB, Minggu (25/9/2011), jumlah korban meninggal sebanyak 1 orang dan diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.</p>
<p>Bom meledak sekitar jam 11:00 Bom Bunuh diri meledak di depan pintu GBIS Kepunton Solo setelah selesai ibadah pagi, saat jemaat berjalan keluar gedung gereja. (tovfha. Mk.com)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/sebuah-bom-bunuh-diri-meledak-di-gereja-kepunton-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 01:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h.php</guid>
		<description><![CDATA[Segenap redaksi Mediakeberagaman.com dan COMMITMENT mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Taqobbalallahu minnaa wa minkum. Taqobal ya kariim. Minal &#8216;aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin Berita Lainnya:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" style="WIDTH: 520px; HEIGHT: 406px" height="429" src="http://dekama94.files.wordpress.com/2011/08/gambarsmsucapanidulfitrilebaran2011.jpg" width="559" /></p>
<p>Segenap redaksi Mediakeberagaman.com dan COMMITMENT mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Taqobbalallahu minnaa wa minkum. Taqobal ya kariim. Minal &#8216;aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432-h.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Densus sisir Colomadu  Anak buah Sigit diciduk Solo</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/densus-sisir-colomadu-anak-buah-sigit-diciduk-solo.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/densus-sisir-colomadu-anak-buah-sigit-diciduk-solo.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 06:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/densus-sisir-colomadu-anak-buah-sigit-diciduk-solo.php</guid>
		<description><![CDATA[MediaKeberagaman.com, Solo. Kawasan Soloraya masih menjadi target operasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Densus 88, Selasa (17/5) menangkap terduga teroris di Serangan RT 1/RW II, Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Terduga teroris itu adalah Jaim. Dia diduga berperan mendistribusikan peluru dari Mushola—yang telah ditangkap di Slawi, Kabupaten Tegal—ke anak buah Sigit Qurdowi yaitu Hendro Yunianto. Sigit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.indotim-news.com/admin/foto/borgol%202.jpg" />MediaKeberagaman.com, Solo.</strong> Kawasan Soloraya masih menjadi target operasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Densus 88, Selasa (17/5) menangkap terduga teroris di Serangan RT 1/RW II, Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar.  Terduga teroris itu adalah Jaim. Dia diduga berperan mendistribusikan peluru dari Mushola—yang telah ditangkap di Slawi, Kabupaten Tegal—ke anak buah Sigit Qurdowi yaitu Hendro Yunianto. Sigit dan Hendro telah tewas dalam baku tembak di Dukuh Dukuh RT 2/RW III, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (14/5) dini hari.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Densus terus memburu sejumlah orang yang memiliki hubungan dengan jaringan Sigit ataupun Hendro. Akhirnya, Selasa kemarin, Densus beroperasi di daerah Blulukan, Colomadu, dengan target operasi (TO) Jaim, warga asal Cirebon, Jawa Barat, yang diduga terkait dengan bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikra, Mapolresta Cirebon, yang menewaskan pelaku Muhammad Syarif, 15 April lalu.</p>
<p><span id="more-459"></span>
<p>“Memang, beberapa hari terakhir ini saya sering melihat anggota Densus 88 Antiteror di Blulukan sini. Hanya, saya tidak tahu target utamanya,” kata seorang anggota kepolisian saat ditemui Espos di Blulukan, Selasa. </p>
<p>Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo, membenarkan Densus telah melakukan penyisiran. Hal itu dibuktikan dengan Korps Burung Hantu yang menitipkan sebuah sepeda angin di Mapolresta Solo sekitar pukul 09.30 WIB kemarin. Diduga, sepeda angin itu milik seseorang yang telah ditangkap Densus.</p>
<p>“Ya, tadi pagi kami dititipi sepeda angin. Hanya, sepeda itu miliki siapa, kami kurang tahu. Yang penting, karena ada titipan, otomatis kami akan menjaganya,” tegasnya. </p>
<p>Saat disinggung tentang penitipan sepeda angin tersebut masih terdapat kaitan dengan dugaan penangkapan Jaim di Colomadu, Kapolresta mengaku tidak tahu-menahu. Pasalnya, hal itu sudah menjadi kewenangan Densus. “Kalau ada apa-apa, kami sifatnya backup saja. Kami hanya menunggu perintah,” kata Listyo. </p>
<p>Sementara itu mertua Jaim, Rohmadi, 57, mengaku sama sekali tidak mengetahui isu anaknya telah diciduk Densus. Dia hanya mengatakan Jaim beserta istri dan anaknya baru saja meninggalkan rumah pada Selasa pagi. </p>
<p>“Sekarang saya tidak tahu dia di mana. Yang jelas tadi (sekitar pukul 07.30 WIB -red) dia keluar rumah,” kata Rohmadi.</p>
<p>Dalam kesehariannya, lanjut Rohmadi, Jaim yang berpostur tinggi besar, bekerja sebagai seorang satpam perusahaan pembuatan jas hujan di kawasan Banyuanyar, Banjarsari, Solo. April lalu, Jaim menikah dengan Selvia Agus Tri Murni, 24 (anaknya nomor tiga). Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak yang biasa dipanggil Sauki. </p>
<p>“Saya tidak tahu persis Cirebon-nya di daerah mana. Yang jelas, mereka menikah setelah bertemu di acara pengajian di Colomadu,” kata penggembala kambing sekaligus sebagai tukang instalasi listrik itu. </p>
<p>Menurutnya, keluarga anaknya itu pernah ngudarasa untuk mengontrak sebuah rumah di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Hal itu karena putrinya, Selvia, bekerja sebagai seorang guru TK di kawasan Semanggi. </p>
<p>“Kali terakhir ketemu dengan anak saya ya tadi pagi (kemarin -red). Saya yakin anak saya tidak salah. Sebenarnya ini ada apa tha?” katanya. </p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Minggu kemarin Densus membawa lima terduga teroris ke ke Mako Brimob Polda DIY. Dari lima orang tersebut adalah Jaim. Sedang empat lainnya masing-masing ditangkap di Karangpandan, Karanganyar; Tawangmangu, Karanganyar dan dua lainnya ditangkap d Mojolaban, Sukoharjo. </p>
<p>Mereka dibawa ke Mako Brimob Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan. Saat dibawa, kelimanya menggenakan pakaian warna kuning, penutup muka serta tangan diborgol. Mereka kemudian dibawa ke Cirebon, Jawa Barat untuk penyelidikan. Mereka dibawa dengan bus pariwisata pada pukul 15.00 WIB. Komandan Satuan Brimob Polda DIY, AKBP Gatot Sudibyo, saat dimintai konfirmasi, enggan memberikan keterangan. ”Kami tidak berwenang memberikan komentar,” ujarnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM), Anies Prijo Ansharie, yang menjadi kuasa hukum keluarga Sigit Qurdowi mengaku masih menunggu informasi pengiriman jenazah dari Jakarta. Di samping itu, dirinya ingin mengklarifikasi sejumlah keterangan yang disampaikan aparat kepolisian, terutama terkait dengan barang bukti (BB) yang disita dari rumah keluarga Sigit Qurdowi di Serengan seperti uang senilai Rp 53,2 juta yang sebenarnya merupakan hasil penjualan tanah di Mojosongo, senjata laras panjang yang merupakan senapan angin, rompi yang diambil adalah milik orangtuanya, samurai milik kakek Sigit, VCD porno milik adik Sigit dan beberapa BB lainnya. &#8211; Oleh : pso/JIBI/Harian Jogja/yoy (Solopos edisi Rabu, 18 Mei 2011 , Hal.1/gambar: indotim-news.com )</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/densus-sisir-colomadu-anak-buah-sigit-diciduk-solo.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terduga teroris bom Cirebon ditangkap di Sriwedari</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/terduga-teroris-bom-cirebon-ditangkap-di-sriwedari.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/terduga-teroris-bom-cirebon-ditangkap-di-sriwedari.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 08:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/terduga-teroris-bom-cirebon-ditangkap-di-sriwedari.php</guid>
		<description><![CDATA[Solo, MediaKeberagaman.com. Tim Densus 88 Anti Teror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris terkait kelompok Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikra, kompleks Mapolresta Cirebon. Tiga orang tersebut ditangkap di lokasi terpisah, di antaranya di kawasan Sriwedari, Solo. Kapolda Jateng, Irjen Pol Edward Aritonang, mengakui perihal penangkapan terduga teroris di Solo tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.kampungtki.com/wp-content/uploads/teroris.jpg" />Solo, MediaKeberagaman.com.</strong> Tim Densus 88 Anti Teror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris terkait kelompok Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Dzikra, kompleks Mapolresta Cirebon. <br />
Tiga orang tersebut ditangkap di lokasi terpisah, di antaranya di kawasan Sriwedari, Solo. </p>
<p>Kapolda Jateng, Irjen Pol Edward Aritonang, mengakui perihal penangkapan terduga teroris di Solo tersebut. Bahkan Kapolda menyebutkan ada dua orang yang ditangkap di kawasan Sriwedari, Solo. </p>
<p>Hal ini diungkapkan Kapolda saat melakukan pemantauan Pilkada Kota Salatiga, Minggu (8/5). Ia mengatakan kedua tersangka teroris itu sempat singgah di Boyolali sebelum ditangkap di Solo. Hanya, Kapolda enggan memberikan keterangan seputar identitas dua terduga.</p>
<p><span id="more-458"></span>
<p>Operasi Densus 88 di Solo memang tidak diketahui oleh aparat kepolisian setempat. Kapolsek Laweyan, Kompol Subagyo, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Listyo Sigit Prabowo, saat dimintai konfirmasi Espos melalui telepon, Minggu (8/5), mengaku belum menerima laporan mengenai penggerebekan atau penangkapan warga di kawasan Sriwedari oleh Densus 88. Kendati demikian, ia akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. </p>
<p>”Informasi itu belum sampai kepada saya. Pihak mana pun tidak ada yang memberi tahu tentang itu,” terang Kapolsek. </p>
<p>Mabes Polri melalui Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabid Penum), Kombes Pol Boy Rafli Amar, Minggu, hanya mengungkapkan bahwa polisi telah menangkap terduga kasus bom Cirebon, JH, di Boyolali, bukan di Solo, Jumat (7/5) malam. Selain JH, polisi juga menangkap Fd dan E alias Baim.</p>
<p>”Ketiganya ditangkap pada hari Jumat dan Sabtu (7/5) pada tempat yang berbeda. Tersangka JH ditangkap di Boyolali sedangkan Fd dan E ditangkap di Depok,” terang Boy.</p>
<p>Penangkapan tiga tersangka merupakan hasil pengembangan terhadap pemeriksaan tersangka Ishak Andriana alias Abu Sifa yang ditangkap di Cirebon, Jumat. </p>
<p><strong>Temukan senjata<br /></strong>  <br />
Setelah menangkap Ishak, polisi kemudian menggerebek rumah ZL atau Zulkifli Lubis yang kemudian diketahui sebagai Jaisyul Haq (JH), yang ditangkap di Boyolali. Di rumah yang terletak di Jalan Haji Mandor Samin RT 4/RW IV di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat itu, polisi menemukan senjata api FN dan 34 butir peluru. JH adalah seorang pembeli senjata api dari Fd. </p>
<p>Fd juga telah ditangkap di rumahnya, Sabtu, di Jalan Raya Raden Saleh Studio Alam, Depok. Ia diduga terkait dengan penjualan senjata api FN. Kemudian, pada hari yang sama Densus juga menangkap tersangka E alias Baim di Kelurahan Mekar Jaya RT 6 No 22, Depok. E ditangkap terkait dengan penjualan amunisi berbagai jenis senjata api.</p>
<p>”Selanjutnya, dilakukan penggeledahan dan ditemukan 344 butir amunisi senjata AK 47 dan SS 1, delapan magasin AK 47 yang sebagian terisi penuh,” kata Boy.</p>
<p>Ishak sendiri dibekuk di Karang Kencana RT 03/RW III Pagongan Timur, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, bersama tersangka Musala karena menyembunyikan atau melindungi buronan pelaku teror bom di Klaten, pada Desember 2010, Endut dan Irwan. Musala dibekuk di Slawi, di kawasan pasar malam pada Senin (2/5), saat sedang berjualan.</p>
<p>Musala membuang enam bom pipa di Kali Soka, Plumbon, Cirebon. Belum diketahui sasaran mereka selanjutnya. Polri memperkirakan bom itu akan diledakkan dengan cara bunuh diri lantaran enam bom itu sama dengan bom yang digunakan M Syarif saat aksi di Mapolresta Cirebon. </p>
<p>”Ia (Ishak) ditangkap karena keterkaitan diduga memiliki dan menguasai bahan peledak dan masih diselidiki keterkaitan dengan bom bunuh diri oleh Muhammad Syarif di Cirebon. Polri masih melakukan pengejaran kepada beberapa orang di Jawa Tengah yang diduga terlibat bom di Cirebon,” kata Boy.</p>
<p>Sebelumnya, polisi menetapkan beberapa tersangka dalam kasus bom bunuh diri yang meledak di Masjid Adz-Dzikra, kompleks Mapolresta Cirebon, 15 April lalu. Para tersangka antara lain pelaku bom bunuh diri Muhammad Syarif, Dede dan Basuki. Polisi juga telah menangkap Andri Siswanto (AS) alias Hasyim, yang diduga memiliki dan menguasi bahan peledak yang dibawa M Syarif sebelum diledakkan di masjid. AS ditangkap di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. &#8211; Oleh : kha/m93/dtc/Ant (Sumber: Solopos Edisi : Senin, 09 Mei 2011 , Hal.1/Gambar: Ilustrasi )</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/terduga-teroris-bom-cirebon-ditangkap-di-sriwedari.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NII, Kejahatan dan Makar Berkedok Agama</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/nii-kejahatan-dan-makar-berkedok-agama.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/nii-kejahatan-dan-makar-berkedok-agama.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 03:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/nii-kejahatan-dan-makar-berkedok-agama.php</guid>
		<description><![CDATA[Gerombolan ekstrem kanan Negara Islam Indonesia (NII) kini heboh lagi. Banyak orang yang menjadi korban. Dicuci otaknya, diminta uang secara paksa maupun dengan guna-guna. Hebatnya, walau diperas dan disuruh melakukan panjambretan, perampokan dan bahkan pembunuhan tetap saja banyak yang terbujuk. Rela durhaka kepada orant tua dan menghalalkan segala cara untuk mendapat uang. Ajaran Islam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" height="197" src="http://farm3.static.flickr.com/2474/3982971388_773fdced82.jpg" width="296" />Gerombolan ekstrem kanan Negara Islam Indonesia (NII) kini heboh lagi. Banyak orang yang menjadi korban. Dicuci otaknya, diminta uang secara paksa maupun dengan guna-guna. </p>
<p>Hebatnya, walau diperas dan disuruh melakukan panjambretan, perampokan dan bahkan pembunuhan tetap saja banyak yang terbujuk. Rela durhaka kepada orant tua dan menghalalkan segala cara untuk mendapat uang. </p>
<p>Ajaran Islam dan ayat Al-Qur&#8217;an  dipelintir sedemikian rupa, sehingga mereka mengajarkan bahwa Indonesia adalah negara jahiliyyah, sehingga harus diperangi dan ditolak. Lalu diganti dengan ideologi Islam versi mereka. </p>
<p><span id="more-457"></span>
<p>Seterusnya, karena Indonesia dianggap darul harb (kawasan perang) atas nama jihad mereka, maka penduduknya dianggap kafir semua. Agar tidak kafir, maka harus hijrah menjadi warga NII yang mereka klaim sebagai Darul Islam. Tetapi harus dengan membayar sejumlah uang. </p>
<p>Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan menyebut mereka sebagai inkonsisten. Sebab menolak negara Indonesia dan seluruh sistemnya, tetapi menerima rupiah. Bahkan selalu berorientasi mengumpulkan rupiah. </p>
<p>“Mereka jelas lucu. Menolak Indonesia tetapi mencari rupiah dengan segala cara. Harusnya bikin mata uang sendiri, wong mereka bikin KTP sendiri,” tutur Adnan beberapa waktu lalu. </p>
<p>Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Jawa Tengah, Abu Hapsin Umar menyebut bahkan menyebut mereka golongan orang tidak waras. Apalagi, dari berbagai pemberitaan di media, uang yang dikumpulkan dari seluruh warga negara NII (sebutan untuk anggotanya) digunakan untuk mendukung terorisme. <br />
“Mereka orang tidak waras,” tutur Abu Hapsin Umar yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng, saat saya ajak ngobrol di kampus IAIN Walinsongo belum lama ini. Tak kurang MUI Pusat juga sudah menyebut NII sebagai aliran sesat. Sebab kedoknya Islam tetapi ajarannya setan. </p>
<p>Sampai kini, di Semarang belum ditemukan adanya orang yang melapor telah menjadi korban  NII. Namun berdasar informasi yang dikumpulkan dari berbagai kampus, sudah sering ada pola ajakan kepada mahasiswa yang awam agama dalam suatu forum pengajian yang aneh. Yakni serba tertutup, diminta uang, dibawa pergi jauh tanpa boleh membawa HP dan kartu ATM, serta sering dengan model diculik. </p>
<p>Diantara yang pernah saya lacak beberapa mahasiswi STE BPD Jateng yang kos di sekitar kawasan Jl Petek Semarang utara, hampir saja menjadi korban ajaran setan tersebut. Untungnya, ibu kos mereka waspada dan berhasil mencegah proses cuci otak mereka. </p>
<p>Dari pengakuan Amti’ah, penjaga kos di Gang Kampung Malang, tak jauh dari Kampus STIE BPD, tiga anak kosnya sempat diajak dua orang perempuan berjilbab besar. </p>
<p>Ajakannya pengajian. Tetapi malam hari di atas jam 21.00. Salah satu anak kosnya sempat mau ikut pengajian tersebut. Itu terjadi karena si mahasiswi tidak pamit padanya. Esok paginya si anak kos pulang dengan muka kusut dan menangis. </p>
<p>“Itu terjadi setahun lalu. Untuk anak kos saya itu tidak punya cukup uang. sehingga dia dikembalikan. Karena dianggap tidak  berguna,” terang Amti’ah seraya berpesan tidak menyebut nama anak kosnya tersebut karena masih dalam tahap pemulihan trauma. </p>
<p>Dari tuturan si mahasiswi, kata Amti’ah, dia diajak naik mobil berkaca gelap. Selama perjalanan diceramahi dua orang perempuan dan seorang lelaki yang duduk di samping sopir. Ternyata dia diajak ke Jogja. Lalu dipertemukan dengan seorang lelaki yang jabatannya setingkat bupati. </p>
<p>Di situ dia dicekoki aneka macam “dalil keagamaan”. Sang mahasiswi menjadi ketakutan dan menangis. Karena tak sabar, sang pendoktrin meminta dia berhijrah dengan menjadi warga negara NII. Lalu diminta membayar minimal Rp 3 juta. </p>
<p>Ternyata korban tidak punya uang. Dia mengaku anak orang miskin yang uang kuliahnya pun pas-pasan. Maka dipulangkanlah dia dengan diberi ancaman agar tidak menceritakan kepada siapapun peristiwa itu. </p>
<p>“Saya yakin di Semarang sudah ada gerakan merekrut orang untuk gabung di NII. Sebab kelompok mereka tidak kentara bergerilya di kampus-kampus umum,” ujar Am’tiah. </p>
<p><strong>Tebus Dosa dengan Uang</strong> </p>
<p>Ramainya pemberitaan soal NII membuat para mantan pengikutnya satu persatu berani buka suara. Salah satunya, Novie (20), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. </p>
<p>Ia mengaku terjerat NII setelah bertemu dua mahasiswa perempuan, dengan dalih dijadikan objek wawancara penelitian. Ia tak sadar jadi target. Setelah terjerumus, Novie yang baru semester satu, rela menyerahkan barang-barang berharganya untuk &#8216;mencuci dosa&#8217;.</p>
<p>Novie diajak berdiskusi soal sodaqoh, pencucian dosa, dan aturan NII. Secara sadar, Novie pun kemudian menjual handphone dan menguras habis tabungannya di ATM untuk menebus dosa-dosanya di dunia, total sekitar Rp 2 juta.</p>
<p>&#8220;Saya dijelaskan dalam kitab suci itu ada dua negara, yaitu negara yang bathil dan benar. Indonesia merupakan negara bathil menurut mereka dan negara yang akan mereka bentuk ini adalah yang benar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Di malam hari ia dikumpulkan dengan sejumlah wanita yang hendak dibai&#8217;at menjadi warga negara NII. Meski Novie malam itu menangis dan menolak masuk NII, dia tak diizinkan pulang.</p>
<p>&#8220;Saya dibilang bodoh, kafir kalau tidak ikut bergabung. Mereka mengerubungi saya, menekan dan memaksa saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Bersamanya, ada tiga gadis seumurannya dan empat gadis usia belasan tahun. Berasal dari Semarang, Bekasi dan NII keturunan. Yakni orangtua mereka anggota NII.</p>
<p>&#8220;Untuk bisa hijrah kemudian dibai&#8217;at itu ada syaratnya, tidak boleh pacaran, tidak merokok, tidak punya anggota keluarga yang aparat hukum, dan wajib sodaqoh. Untuk bai&#8217;at biayanya Rp 2,5 juta, waktu itu saya cuma punya Rp 2 juta jadi saya utang Rp 500 ribu dan harus lunas segera,&#8221; tuturnya.</p>
<p><strong>Wajib Setor Rutin <br /></strong>     <br />
Usai dibai&#8217;at nama Novie berubah menjadi Jahira. Namun, kewajiban sodaqoh tak berhenti begitu saja, per bulannya anggota NII wajib menyetor Rp 500 ribu. Kalau kurang, akan diteror dengan kalimat nuqshon!, nuqshon! (kurang! Kurang!). </p>
<p>Jika sekali saja tak menyetor, maka diakumulasikan pada bulan berikutnya. Sehingga anggota selalu dikejar setoran. Dan untuk itu, petinggi NII mendoktrin mereka, boleh berbuat apa saja untuk mendapat uang. menipu, mencuri, merampok halal. Sebab orang di luar NII adalah kafir dan boleh diapakan saja. Meskipun ibu dan bapaknya sendiri. </p>
<p>Novie pun dilarang menanyakan kemana uang sodaqoh itu disetorkan. Itu  haram hukumnya. Sama seperti menceritakan masalah NII kepada orang-orang terdekatnya, terutama keluarga.</p>
<p>Diungkapkannya, demi bisa memenuhi setoran wajib tersebut, ada anggota NII yang nyuruh istrinya jual diri. Lalu itukah yg mereka maksud negara Islam?.</p>
<p>Haji Cukup ke Indramayu </p>
<p>Pengikut Negara Islam Indonesia (NII) tak hanya menolak Indonesia. Melainkan juga menolak rukun Islam. Dari laporan Vivanews disebutkan, mereka diajari presiden NII, Panji Gumilang alias Abu Toto alias Abu Maarif, untuk tidak usah pergi ke Mekah kalau berhaji. Melainkan cukup di kantornya, di Indramayu. Kantornya itupun dinamai pondok pesantren Az-Zaytun. </p>
<p>&#8220;Ibadah Haji dalam NII itu adalah perkumpulan NII dari seluruh Indonesia. Semua petinggi kumpul di Indramayu,&#8221; kata Ken Setiawan, pendiri NII Crisis Center yang juga anggota NII sejak 2.000 sampai 2002, dalam perbincangan dengan Vivanews.com, Kamis (28/4).</p>
<p>Tak hanya berberda tempatnya, masa haji mereka ditetapkan setiap tanggal 1 Muharram. Padahal umat Islam sedunia berhaji pada 9 Zulhijah.</p>
<p>Dalam berhaji bagi Islam ada beberapa tahapan. Tahapan-tahapan itu antara lain, Tawaf atau tahapan berhaji dengan mengelilingi Ka&#8217;bah sebanyak tujuh kali.</p>
<p>&#8220;Kalau di NII, tawaf ini cukup berkeliling pondok pesantran Al Zaytun yang seluas 1.200 hektar. Saat naik haji di NII, kami ditunjukkan kebanggaan Al Zaytun dengan kata-kata, inilah Islam,&#8221;  terang Ken.</p>
<p>Kemudian, lanjut Ken, yang lebih bobrok lagi saat prosesi melempar jumroh. Dalam Islam, dilakukan dengan melempar tujuh buah kerikil ke arah tiga tiang di kota Mina, Arab Saudi.</p>
<p>Di NII, lanjut Ken, melempar jumroh dengan tujuh buah sak semen. Tapi dalam bentuk uang. lagi-lagi uang. </p>
<p>“Menurut petinggi NII, kalau pakai kerikil, Islam tak bisa maju,&#8221; kata Ken. </p>
<p>Dari jumrah tujuh sak semen itu mengalir dana ratusan juta. Ada yang menyumbang lebih dari harga tujuh sak semen. </p>
<p>Ajaran lainnya, anggota NII boleh tidak sholat. Karena  sholat hanya wajib jika Indonesia sudah menjadi negara Islam. Dan jika anggota merasa berdosa jika tidak sholat, bisa diganti dengan membayar infaq. Lagi-lagi UUD. Ujung-ujungnya duit. </p>
<p><strong>Ayat Andalan untuk Merekrut <br /></strong>  <br />
Ken Setiawan, mantan anggota senior NII seperti dikutip Vivanews mengatakan, proses pindah dari warga negara Indonesia menjadi warga NII tidak memakan waktu lama. Cuma sepekan.</p>
<p>Lelaki asal Kebumen ini mengatakan, ada satu ayat yang selalu menjadi andalan para prekrut NII untuk mencuci otak para target. </p>
<p>Kata-kata pertama yang mengantar ke  pembicaraan NII adalah surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya: &#8220;Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku&#8221;. Tak lama setelah itu, Ken ditanya kesiapannya untuk membela dan menegakkan Negara Islam Indonesia.</p>
<p>Namun ia heran, tempat pengambilan sumpah (disebut bai’at) di sebuah gedung di  belakang kantor Badan Intelijen Negara (BIN). Yaitu di kawasan Volvo.</p>
<p><strong>Terkait Kekuasaan dan Intelijen?</strong> </p>
<p>Imam Supriyanto, mantan pejabat NII menerangkan, uang yang dikumpulkan oleh NII miliaran rupiah per bulan. Sebagian pernah disimpan di Bank Century atas nama Abu Maarif yang merupakan nama alias Panji Gumilang.</p>
<p>&#8220;Saat saya keluar tahun 2007 itu ratusan miliar. Katanya uang itu untuk mendirikan lembaga pendidikan formal,&#8221; kata Imam.</p>
<p>Dia bercerita, saat masa itu (1997-2003) yang mejadi imam negara adalah Syamsul Alam, tak lain adalah Panji Gumilang sendiri. Namun setelah, ia keluar dari NII KW 9 tahun 2007, ia tak tahu lagi keberadaan dana tersebut.</p>
<p>&#8220;Setelah keluar saya nggak tahu lagi dana itu, termasuk saat gonjang-ganjing kasus Century,&#8221; kata Imam.</p>
<p>Ma&#8217;had Al Zaytun memiliki ponpes megah di Indramayu, Jabar. Lembaga pendidikan yang sering dijenguk pejabat negara, termasuk petinggi intelijen ini, menamakan diri Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian.</p>
<p>Muhammad Shodiqin, mantan PNS era Soeharto mengatakan, waktu KABAKIN (sebelum BIN) dipegang AM Hendropriyono, mantan jenderal TNI AD itu malah begitu melindungi Ma&#8217;had Al-Zaitun, termasuk para penguasa orba waktu itu. </p>
<p>“Sulit sekali untuk tidak mengaitkan BIN di belakang NII. Apalagi terkesan adanya pembiaran ajaran NII ini, tuturnay dalam akun facebook saat berdialog dengan mantan Menristek Muhammad AS Hikam. </p>
<p>Sementara itu, di grup facebook yang membahas masalah NII, berbagai orang memberikan komentar. </p>
<p>Ali Ahmad Hamdani, guru madrasah di Genuk, Semarang: “NII bintang baru setelah Briptu Norman”. <br />
Akil Scootera: “NII organisasi bawah tanah eks peninggalan orde baru. </p>
<p>Maz Nanang Sulaimanizt: ”Kenapa banyak orang tua mau memondokkan anaknya di Pesantren Az-Zaytun?. Padahal masuknya harus bayar senilai seekor sapi jantan gemuk.”</p>
<p>Al-Faqir Sufyan Asy&#8217;ari: “Ada yg mensinyalir permainan intelejen serta elit politik di dalam NII, sehingga sulit banget diberangus”.</p>
<p>Thobib Njajar:  “Negara dalam negara berarti makar&#8230;harus di tindak”.<br />
Mamad Ipul:  “ada yang membutuhkan dukungan untuk 2014 dg jaringan besar NII yang ada di mana-mana”. </p>
<p>Ziezhee Zionitz El-Catiry: “Sekiranya di situ terdapat maksud terselubung pemerintah di balik niatan memelihara mereka (NII), laiknya kasus2 yang sudah2..”. </p>
<p>Salafudin Suja: “Mereka sering di manfaatkan oleh penguasa untuk kepentingan kekuasaan dan politik”. </p>
<p>Mbah Lurah:  “Mungkin orang-orang yang ada dalam NII tidak mau jadi rakyat yang menghargai rakyat&#8230; Elit polit?ik, pejabat pemerintah hnya mengurusi hal-hal yang menguntungkan kelompok dan pribadi&#8230; Nasionalisme perlu di pertanyakan untuk mereka.</p>
<p>Haries Khelmy: “Subhsnnallah, Al Zaitun khabarnya didonasi dari negeri tetangga /dan dari jazirah arab.”</p>
<p>Tuso Lake&#8217;onggu:  “Mungkin memang dipelihara oleh pmrntah untuk antisipasi bila ada tuntutan lengser keprabon seperti yangg dlakukan oleh M Khadafi&#8230;!!!<br />
Heru Setiawan: “Banyak pula pembesar-pembesar orde baru yg punya andil dalam pendirian al-syaiton (cemoohan untuk Al-Zaitun)”.</p>
<p>Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku heran mengapa pemerintah melalui kekuatan intelijen tak mampu melihat gerakan masif NII. Luputnya gerakan ini dari pengamatan tentu patut dipertanyakan.</p>
<p>&#8220;Menurut saya tidak masuk akal, sampai bisa merekrut puluhan ribu orang tanpa tidak terdeteksi dari awal. Pemerintah harus memberi jawaban dalam langkah konkrit,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;NII itu tak berdiri sendiri. Berkembangnya gerakan sekterianisme, radikalisme, ini kok dibiarkan saja?&#8221; </p>
<p>Didin, mahasiswa IAIN Walisongo yang aktif di jurnalistik umum m mengatakan, NII berusaha mendirikan Negara Islam Indonesia. Gerakan dakwah kepada orang lemah iman dengan pengetahuan agama minimalis, namun banyak duitnya. Faham mereka bebas sholat, bebas berzina, bebas menipu dan merampok. jelas menentang Pancasila. Sumber NU.Online. (M. Ichwan)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/nii-kejahatan-dan-makar-berkedok-agama.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Aliran sesat diwaspadai</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/7-aliran-sesat-diwaspadai.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/7-aliran-sesat-diwaspadai.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 03:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/7-aliran-sesat-diwaspadai.php</guid>
		<description><![CDATA[Karanganyar, MediaKeberagaman.com. Sedikitnya tujuh aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang atau sesat oleh Polda Jateng, mulai diwaspadai masuk ke wilayah Kabupaten Karanganyar. Hal ini mengingat salah satu aliran kepercayaan, yakni jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, pernah ada di Karanganyar 2007 silam. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Juhdi Amin, ketika dijumpai Espos di ruang kerjanya, Kamis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" src="http://jundumuhammad.files.wordpress.com/2011/03/aliran-sesat-jpeg.jpg" />Karanganyar, MediaKeberagaman.com.</strong> Sedikitnya tujuh aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang atau sesat oleh Polda Jateng, mulai diwaspadai masuk ke wilayah Kabupaten Karanganyar.  Hal ini mengingat salah satu aliran kepercayaan, yakni jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, pernah ada di Karanganyar 2007 silam.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Juhdi Amin, ketika dijumpai Espos di ruang kerjanya, Kamis (28/4), menyebutkan tujuh aliran yang dinilai menyimpang atau sesat di antaranya aliran Amanat Keagungan Ilahi (Aki) termasuk jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah, aliran Islam Sejati, Ma’rifat Sabdo Kusumo, Ruh Suci atau Tri Tunggal, Thoriqoh Akmaliyah, Padepokan Padang Ati, Komunitas Millah Abraham.</p>
<p><span id="more-456"></span>
<p>Menurutnya ketujuh aliran tersebut masuk dalam rekomendasi untuk diwaspadai sesuai hasil rapat koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) yang digelar belum lama ini. Apalagi di Desa Papahan, Tasikmadu, pada 2007 ada jaringan Al Qiyadah Al Islamiyah dengan jumlah jemaah sebanyak 27 orang.</p>
<p>”Meski mereka sudah kembali ke jalan yang benar tapi kami tetap waspada aliran-aliran sesat masuk ke Karanganyar,” ujarnya.</p>
<p>Juhdi Amin menjelaskan aliran kepercayaan jamaah Al Qiyadah Al Islamiyah hanya mensyaratkan salat sehari semalam diwajibkan satu kali saja dengan jumlah rakaat ganjil mulai pukul 01.00-14.00 WIB. Menurut Juhdi, penganut kepercayaan ini menyakini salat lima waktu belum saatnya dijalankan saat ini.</p>
<p>Aliran ini juga mengganti kalimat syahadat dengan asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna al masih al ma’wud rasulllullah. Selain itu, imbuh Juhdi, aliran ini juga menyebut daging binatang babi, anjing dan minuman keras belum tentu haram di hadapan Allah dan adanya nabi/rasul baru setelah Nabi Muhammad SAW yaitu Ahmad Musadeq.</p>
<p>Dia menuturkan untuk mewaspadai masuknya jaringan aliran kepercayaan yang dianggap sesat ke Karanganyar, pihaknya mengerahkan 350 penyuluh agama yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Intanpari. Para penyuluh agama akan melakukan pendekatan dan memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat. Selain itu mereka melakukan inventarisasi untuk memastikan ada tidaknya jaringan kepercayaan sesat di Karanganyar. Termasuk, dia menuturkan mewaspadai adanya organisasi Negara Islam Indonesia (NII). ”Masyarakat Karanganyar bukanlah konseptor tapi biasanya aliran-aliran itu dari luar yang masuk ke sini.” <em>(Sumber Solopos edisi Jum&#8217;at, 29 April 2011 , Hal.I  Oleh : Indah Septiyaning W/gambar: Jundumuhammad.wordpress.com)</em></p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/7-aliran-sesat-diwaspadai.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abdullah Sunata rajin datangi masjid Unwidha, Rektorat awasi kajian keislaman</title>
		<link>http://mediakeberagaman.com/abdullah-sunata-rajin-datangi-masjid-unwidha-rektorat-awasi-kajian-keislaman.php</link>
		<comments>http://mediakeberagaman.com/abdullah-sunata-rajin-datangi-masjid-unwidha-rektorat-awasi-kajian-keislaman.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 01:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediakeberagaman.com/abdullah-sunata-rajin-datangi-masjid-unwidha-rektorat-awasi-kajian-keislaman.php</guid>
		<description><![CDATA[Klaten, MediaKeberagaman.com. Rektor Universitas Widya Dharma (Unwidha), Sumargana, memperketat pengawasan aktivitas para mahasiswa, khususnya di bidang kajian keislaman. Salah satu alasannya ialah terdapat seorang mahasiswa Unwidha yang tak masuk kuliah setelah penggerebekan Abdullah Sunata di belakang Pengadilan Negeri (PN) Klaten 2010 lalu. “Mahasiswa tersebut memang menjadi target penangkapan Densus 88, namun dia lolos. Dan hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft" style="WIDTH: 277px; HEIGHT: 169px" height="121" src="http://www1.unwidha.ac.id/components/com_gk3_photoslide/thumbs_big/870898depan.png" width="339" />Klaten, MediaKeberagaman.com.</strong> Rektor Universitas Widya Dharma (Unwidha), Sumargana, memperketat pengawasan aktivitas para mahasiswa, khususnya di bidang kajian keislaman. <br />
Salah satu alasannya ialah terdapat seorang mahasiswa Unwidha yang tak masuk kuliah setelah penggerebekan Abdullah Sunata di belakang Pengadilan Negeri (PN) Klaten 2010 lalu.</p>
<p>“Mahasiswa tersebut memang menjadi target penangkapan Densus 88, namun dia lolos. Dan hingga saat ini, dia tak pernah masuk kuliah,” papar Sumargana kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/5).</p>
<p><span id="more-455"></span>
<p>Menurut Sumargana, di Unwidha terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) yang rutin melakukan kajian keislaman dengan pengisi materi dari luar kampus. UKM tersebut merupakan satu-satunya wadah mahasiswa dengan peminat terbanyak. Kini mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan UKMI Unwidha mencapai 400-an orang.</p>
<p>“Seusai penerimaan mahasiswa baru, jumlahnya bahkan mencapai 600-an mahasiswa,” kata Margana. Secara pribadi, Margana memang mengatakan sering mengawasi aktivitas para mahasiswa yang berpusat di masjid kampus tersebut. Masjid kampus tersebut memang terbuka untuk umum, tak terkecuali untuk kajian-kajian keislaman. </p>
<p>Tak heran, jika salah satu terpidana teroris, Abdullah Sunata, yang ditangkap di Klaten pada 2010 lalu adalah salah satu anggota jemaah rutin masjid kampus. “Saya baru tahu setelah Satpam kampus mengatakan sering melihat Abdullah Sunata yang rajin ke masjid kampus,” kata Margana.</p>
<p>Margana mengatakan tak ingin lagi ada mahasiswa Unwidha yang dicurigai atau diburu dan ditangkap Densus 88 lantaran terpengaruh ideologi ekstrem yang menyimpang. Selain itu, kabar aktivitas Negara Islam Indonesia (NII) di Klaten juga membuat Rektorat Unwidha mengambil langkah antisipasi. </p>
<p><strong><em>Tak waswas</em></strong></p>
<p>Salah satunya dengan mengetatkan pengawasan terhadap aktivitas para mahasiswa yang bergabung dalam wadah UKMI. Khusus bagi para pengisi materi keislaman, Margana akan mengambilkan pemateri dari organisasi yang jelas latar belakangnya.</p>
<p>“Dengan begitu, kami tak waswas. Selama ini banyak pemateri kajian keislaman dari luar yang tak dikenal. Mulai saat ini, akan kami perketat untuk antisipasi,” paparnya.</p>
<p>Sumber Espos di Mapolres Klaten menyebutkan sekitar Kampus Unwidha sempat dipantau anggota Densus 88 secara diam-diam. Hal itu terkait dengan jaringan NII yang dikabarkan mengader mahasiswa di kampus tersebut. Namun, ketika hal ini dimintakan konfirmasi, Margana mengatakan belum tahu.</p>
<p>“Secara resmi, kami belum pernah didatangi polisi. Tapi, kalau secara diam-diam saya tak tahu,” paparnya. (SOLOPOS Edisi : Selasa, 03 Mei 2011 , Hal.V  Oleh : Aries Susanto)</p>
<h3>Berita Lainnya:</h3>
<ul class="related_post"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediakeberagaman.com/abdullah-sunata-rajin-datangi-masjid-unwidha-rektorat-awasi-kajian-keislaman.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

