Makan Waktu Sembilan Bulan, Kerahkan 20 Orang
Gong Perdamaian 2011, hasil karya warga Wirun, Mojolaban bakal digunakan untuk pembukaan KTT ke-19 ASEAN di Bali 19 November, mendatang. Untuk membuat gong berukuran 5 meter dengan berat 1,5 ton dikerjakan selama sembilan bulan.
Muhammad Ismail
Kerumunan orang memenuhi Markas Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Surakarta di Telukan, Grogol, Sukoharjo Selasa (8/11) pagi. Sepanjang jalan menuju markas dijaga ketat sejumlah aparat keamanan dari berbagai institusi. Bahkan sejumlah siswa mulai SD dan SMP dari Grogol memadati sepanjang jalan dengan membawa bendera merah putih.
Tepat pukul 09.00 WIB, truk besar dengan membawa gong berukuran raksasa 5 meter dengan berat 1,5 ton membuat para siswa dan masyarakat tercengang. Mereka kagum dengan gong besar tersebut.
Gong besar tersebut dinamai Gong Perdamaian yang dikirab mulai dari Sukoharjo menuju ke Bali untuk pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN pada 19 November, mendatang.
Dari Sukoharjo, gong dikirab menuju Semarang. Selanjutnya, akan diangkut menggunakan kapal melalui pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Iring-iringan kirab tersebut membuat sepanjang jalan yang dilalui menjadi macet. Pelepasan kirab gong tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sukoharjo Haryanto.
Haryanto mengatakan Sukoharjo menyambut baik pelepasan Gong Perdamaian Dunia 2011 tersebut. Gong Perdamaian menjadi simbol perdamaian di mana menjadi salah satu dari kelengkapan yang akan dipakai dalam pembukaan KTT ke-19 ASEAN.
“Sangat apresiatif dengan Gong Perdamaian yang dibuat oleh masyarakat Sukoharjo ini. Terlebih gong tersebut akan digunakan dalam pembukaan KTT ke-19 di Bali,” ujar Haryanto. Haryanto mengaku gong merupakan alat tradisional sebagai kelengkapan gamelan. Di mana gamelan menjadi kebanggaan masyarakat Sukoharjo khususnya warga Wirun, Mojolaban. “Potensi industri besar gamelan merupakan tradisi masyarakat Sukoharjo khususnya di Wirun, Mojolaban sehingga layak dipertahankan,” lanjutnya.
Salah satu perajin Gong Perdamaian, Muhammad Lukman Hakim mengatakan proses pembuatan memakan waktu lebih dari sembilan bulan dengan jumlah tenaga 20 orang. Bahan yang dipergunakan antara lain tembaga, kuningan, perak, besi, baja dan emas. Gong Perdamaian memiliki ukuran 5 meter dengan berat 1,5 ton. (sumber: Joglosemar edisi Rabu, 09/11/2011)