Gusti Dipo : Memahami dan Membangun Kesadaran tentang Perdamaian

Categorized Under: Berita No Commented

MediaKeberagaman.Com-Solo. Sedikitnya 20 orang dari stakeholders Kota Solo ikuti lokakarya “Membangun Perdamaian dalam Kemajemukan” yang diselenggarakan Kantor Kesbang Pol dan Linmas Kota Solo bekerjasama dengan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Azasi Manusia (SPEK-HAM) Solo, di ruang FKUB Kota Solo. Tampil sebagai narasumber Drs. Gusti Dipokusumo, (Kraton Kasunanan) dan fasilitator Drs.H. Dian Nafi, MPd, dari Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan. Selasa (16/2).

Dalam kesempatan itu Gusti Dipokusumo biasa dipanggil Gusti Dipo, menjelaskan bahwa sejak kelahirannya Kota Solo diawali dengan konflik, yakni perpindahan Kraton dari Kartasura ke Desa Solo, pada tanggal 17 Februari 1745. “Pindahan Kraton dari Kartasura ke Solo, terjadi karena konflik internal Kraton,” papar Gusti Dipo.

Selanjutnya, kata Gusti Dipo sekarang juga masih ada konflik, dua raja (Gusti Hangabehi dan Gusti Tedjowulan ) sebagai raja Kraton Surakarta Hadiningrat. ” Tapi menurut sesepuh, adanya dua raja di Kraton Surakarta, merupakan simbol, bahwa akan terjadi konflik dualisme kepemimpinan, apakah di Parpol, maupun di lembaga sosial lainnya,” kata Gusti Dipo.

Namun, kedepan kata Gusti Dipo, mencoba memahami dan membangun kesadaran bermasyarakat tentang perdamaian. Biasanya kasus-kasus kerusuhan dan konflik lebih mengemuka kepermukaan, sedangkan usaha-usaha membangun perdamaian, tidak tercatat dalam dokument sejarah. Membangun kesadaran tentang perdamaian, kata Gusti Dipo, sangat penting, lantaran kedepan benturan peradaban, akan muncul, apakah atas nama idiologi maupun agama.

Kemudian peserta lokakarya dibagi menjadi tiga kelompok, diantaranya kelompok partisipasi dan budaya. Kelompok kedua Hukum dan Ham dan kelompok ketiga, perdamaian di Kota Surakarta. Masing-masing kelompok mengindentifikasi masalah, opsi penyelesaian, kegiatan yang relevan, kelompok sasaran dan waktu kegiatan.

Dalam satu tahun ini, akan ada beberapa kegiatan yang mengusung tema perdamaian. Diantaranya diskusi, sosialisasi, dialog intektif radio, seminar, publikasi media, lokakarya, workshop dll. Sehingga tercipta mekanisme perdamaian di Kota Solo. (Ccp).

Berita Lainnya:

Dapatkan Berita di Email anda! Berlangganan berita kami dengan memasukkan email anda

Masukkan email anda:

Leave a Reply