Kompas: “Islamophobia” di Eropa Mendesak Diatasi

Categorized Under: Berita No Commented

MediaKeberagaman.com, Jakarta. Dampak Islamophobia di Uni Eropa kini dirasa mendesak untuk segera ditangani. Diskrimasi terhadap minoritas Muslim di Eropa meningkat akibat persepsi yang keliru terhadap Islam.

Terkait hal itu, Uni Eropa memandang perlu belajar dari pengalaman Indonesia sebagai negara demokrasi berpenduduk Muslim terbesar. Pandangan itu mengemuka dalam seminar yang diselenggarakan Uni Eropa bertajuk “Islam in Globalising World” di Jakarta, Rabu (30/6).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Julian Wilson menjelaskan, studi yang dirilis EU Fundamental Right Agency pada Mei 2009 menunjukan, satu dari setiap tiga responden Muslim mengalami diskriminasi dan 11 persen mengalami kejahatan rasial.

Namun, disisi lain, terdapat keterbukaan yang kian besar untuk berdialog antaragama. Peluang ini perlu dimanfaatkan optimal untuk mengikis persepsi keliru di Eropa tentang Islam.

Koordinator Wilayah Program Dialog Lintas Budaya British Council Mike Hardy mencontohkan, Sebuah penelitian di Inggris tahun ini memperlihatkan, 58 persen masyarakat Inggris mengasosiasikan Islam dengan ekstremisme dan 69 persen mengasosiasikan Islam dengan represi perempuan.

Saat ini sekitar 5 persen dari populasi masyarakat Uni Eropa menganut agama Islam. “Walaupun minoritas, fakta bahwa ada kelompok masyarakat di UE yang merasa teralienasi atau disolasi itu persoalan serius yang mendesak diatasi,” ujar Hardy.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menegaskan, masyarakat UE perlu membuka mata bahwa Islam lebih dari Arab Saudi, Pakistan, Mesir atau Turki. Diperlukan pertukaran pandangan dengan umat Islam di berbagai belahan dunia. Perlu pula dibina pemimpin-pemimpin Islam Eropa yang memahami sensitivitas dan sosiologi lokal.(DAY, sumber Kompas cetak edisi Kamis,1 Juli 2010 hal 5)

Berita Lainnya:

    Dapatkan Berita di Email anda! Berlangganan berita kami dengan memasukkan email anda

    Masukkan email anda:

    Leave a Reply