Seteleh mendapat ijin dari pihak Poltabes Kota Solo terkait himbauan untuk menghentikan sementara penjualan Nasi Murah Peduli Kemanusiaan (NMPK) yang dilakukan oleh GKJ Manahan kembali di gelar. Sampai sekarang kegiatan tersebut sudah berjalan selama 18 hari hingga berita ini diturunkan, masih berjalan dengan baik , lancar dan bahkan setiap hari pengunjungnya selalu bertambah. Para pembeli nasi murah tersebut datang dari masyarakat sekitar gereja, mulai dari tukang becak , pengamen jalanan, dan masyarakat umum. Harga nasi murah tersebut sebesar 500 rupiah dengan menu teh hangat, kolak, nasi sayur plus lauk pauk
Menurut pendeta Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, bahwa sampai Rabu (9/9) nasi dagangan yang terjual mencapai 550 mangkok, dan biasanya saat pertengahan bulan puasa justru pengunjung semakin meningkat. Pelaksanaan kegiatan nasi murah ini sudah berjalan selama 13 tahun dan selalu mendapat sambutan yang bagus dari masyarakat. Setiap pelaksanaan jual nasi murah pihak panitia sudah mengantisipasi lonjakan pembeli sehingga tidak sampai mengecewakan masyarakat.
Mengenai sumber dana untuk kegiatan penjualan nasi murah oleh GKJ Manahan, dikatakan Ratih, bahwa sumber pendanaan tersebut berasal dari berbagai sumber, diantaranya persembahan jema’at gereja, dan juga dari masyarakat sekitar yang peduli dengan program tersebut. Semua sumber dana tersebut ada yang berasal dari umat non Kristiani. ”Contoh kemarin, ada orang menyumbang mengaku dari NU Jatim dan memberikan dana. Selain itu ada juga warga sekitar yang bersimpati menyumbangkan beras 100 kg,” kata Ratih
Rencananya pelaksanaan Nasi Murah Peduli Kemanusiaan akan berlangsung hingga tanggal 19 September 2009. ”Karena biasanya H-1 lebaran justru pengunjungnya sangat sedikit, hal ini kemungkinan besar para pembeli nasi murah sudah banyak yang mudik ke daerah masing-masing.” (JLD)
*) Gambar diatas merupakan ilustrasi tidakmewakili yang sebenarnya
