MediaKeberagaman.Com-Solo. Sejumlah aktivis LSM Kota Solo dan sekitarnya bersama-sama dengan sejumlah aktivis GKJ Manahan betul-betul mendatangi Kapoltabes Kota Surakarta pada hari Senin (31/8) pagi. Kedatangan puluhan aktivis LSM ini bertujuan untuk melakukan audiensi dengan Kapoltabes terkait dengan pelarangan oleh pihak Poltabes Kota Surakarta terhadap Program Nasi Murah Peduli Kasih yang dilakukan oleh GKJ Manahan beberapa waktu yang lalu.
Rombongan yang dipimpin oleh Zainal Abidin (SARI/ Konsorsium), tiba di Poltabes Kota Surakarta sekitar pukul 10.00 WIB dengan menumpang empat mobil dan puluhan kendaraan roda dua. Setelah beberapa saat menunggu diruang tamu kantor Kapoltabes, rombongan ditemui oleh Wakil Kapoltabes dan Kasat Intelkam Poltabes Surakarta.
Sejumlah perwakilan LSM yang hadir mencoba melakukan klarifikasi maupun pertanyaan ke Poltabes terkait dengan pelarangan Program Nasi Murah Pedul Kasih yang telah berjalan selama 13 tahun ini. Bahkan dalam pertemuan tersebut ditandaskan bahwa pihak Kepolisian harus mampu memberi jaminan dan perlindungan terhadap setiap warga negara untuk menjalankan kegiatan sosialnya.
Mendapat beberapa pertanyaan dari sejumlah kalangan aktivis LSM tersebut, Kasat Intelkam Poltabes Surakarta memberikan penjelasan bahwa pihak Poltabes tidak menutup kegiatan Program Nasi Murah Peduli Kasih yang sudah dilakukan oleh GKJ Manahan. Pihak Poltabes hanya menghimbau untuk meninjau ulang program yang sudah dilakukan tersebut karena Poltabes menerima surat dari MUI Kota Solo dan elemen organisasi masyarakat lainnya terkait dengan kegiatan tersebut.
Suasana sempat sedikit memanas ketika Pendeta Ratih sebagai perwakilan dari GKJ Manahan merespon pernyataan yang disampaikan oleh Kasat Intelkam Poltabes Surakarta yang dianggap tidak sesuai dengan yang terjadi selama ini. ”Bahwa selama ini pihak Poltabes melaui Kasat Intelkam Poltabes Surakarta bukan menghimbau melainkan meminta kepada pihak GKJ Manahan untuk menutup kegiatan ini”, ungkap Pendeta Ratih yang langsung direspon Kasat Intelkam Poltabes Surakarta dengan nada yang tinggi.
Namun perdebatan tentang masalah ini berhasil direda dengan mengembalikan esensi audiensi yang sedang dibicarakan saat ini oleh sejumlah peserta yang hadir. Sejumlah peserta menegaskan bahwa Program Nasi Peduli Kasih akan dibukan kembali mulai hari Selasa (1/9) dengan perubahan tehnis yang akan dibicarakan kemudian oleh sejumlah LSM yang hadir maupun pihak GKJ Manahan. Dan dalam kesempatan ini pihak Kepolisian memberikan ketegasan sekaligus jaminan kepada pihak GKJ untuk membuka kembali Program Nasi Peduli Kasih yang sempat terhenti sejak hari Jum-at (28/9) lalu.
Berdasarkan hasil koordinasi antara sejumlah aktivis LSM dan pihak GKJ setelah melakukan audiensi dengan Poltabes sepakat untuk melibatkan pihak lain terlibat dalam program ini. Dan hasil kesepakatan yang telah dicapai, beberapa pihak yang akan terlibat bersama-sama GKJ Manahan untuk program ini antara lain: Konsorsium Solo, Insan Mas, FPLAG, YAPHI,BAGKS, Kaukus Perempuan Surakarta, Commitment, SARI, LAMPU, JARPUK, PRM, YKP, KS3 dan KOMPIP. Sedang dua lembaga lain berasal dari Boyolali yaitu dan LBKUB dan satu lembaga dari Salatiga yaitu PERCIK.
Sejumlah kalangan berharap, semoga melalui Program Nasi Murah Peduli Kasih ini akan mampu meretas semangat keberagaman (pluralisme) yang ada di Kota Solo sekalgus membantu meringankan masyarakat yang selama ini terpinggirkan dengan hanya membeli paket nasi dan minuman sebesar Rp.500,-. Semoga. (Mhr)
Berita Terkait:
Solopos Edisi : Selasa, 01 September 2009 , Hal.XI, Polisi & elemen warga bahas nasi murah [Link] [Versi PDF]
Sejumlah OMS Kota Solo Berencana MelakukanAudiensi ke Poltabes Surakarta [Link]

[...] Program Nasi Murah Peduli Kasih dibuka kembali…Syukurlah. Tapi tidak mencabut kekecewaan saya pada MUI setempat. Silahkan baca: Media Keberagaman [...]
programe keren coy… terus tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama