SOLO- Kapolwil Surakarta Kombes Pol Taufik Ansorie menyayangkan tindakan organisasi atau elemen tertentu yang melakukan razia untuk memberantas segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan.
’’Jika ada berbagai bentuk kejahatan, tolong koordinasikan dengan kami,’’ tegas Kapolwil, Rabu (5/8) lalu.
Tindakan sweeping yang dilakukan organisasi atau elemen tertentu, lanjut Taufik Ansorie, diminta tidak ada lagi.
’’Percayakan kami untuk pengamanan lingkungan,’’ tandasnya.
Sikap tegas Kapolwil melarang tindakan sweeping, dalam upaya mengurangi pergesekan atau benturan di tengah masyarakat.
Pernyataan Kapolwil itu dalam rangka menyikapi akan datangnya bulan Ramadan. Karena di bulan suci di tahun sebelumnya, kerap adanya razia yang dilakukan kelompok tertentu di berbagai tempat hiburan malam.
Menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, peningkatan keamanan kian diintensifkan oleh jajaran Polwil Surakarta.
Kapolwil berharap, bulan puasa hingga lebaran mendatang harus terhindar dari segala bentuk tindak kriminal. ’’Oleh karenanya, mulai Jumat (7/8), kami akan melakukan operasi cipta kondisi di Wilayah Solo Raya,’’ katanya.
Orang nomor satu di jajaran Polwil itu mengungkapkan, sasaran operasi cipta kondisi meliputi segala hal. Di antaranya terorisme, premanisme, judi, miras dan sejenisnya. Kapolwil mengatakan, setiap pendatang di Solo Raya akan dicek secara rinci. Itu untuk menghindari bentuk tindak kriminal, terutama masalah terorisme.
Lebih lanjut Taufik Ansorie mengatakan, pendatang yang hendak masuk ataupun keluar Solo Raya akan dimintai keterangan secara jelas. Siapa dia, tujuannya ke mana dan maksudnya untuk apa. (K4,G11-42) (SuaraMerdeka)