MediaKeberagaman.Com-Solo. Centre for Local Democracy, (ICLD), adalah satu organisasi yang focus pada training, riset dan kerjasama penguatan demokrasi local dengan melakukan study perbanding antara swedia dan beberapa negara lain yang mendapat dukungan dari Swedish International Development Cooperation Agency (Sida).
Indonesia sebagai salah satu Negara yang sedang berkembang demokarsinya menjadi satu wilayah yang menarik untuk dikunjungi, dimana Solo Jawa Tengah adalah salah satunya.
Ketertarikan utama berkunjung di Solo adalah untuk melihat perkembangan demokrasi local dan inovasi yang telah dilakukan Bapak Walikota Surakarta, Ir H Joko Widodo (Jokowi). Bersama dengan Ririn Sefsani dan Cecep Choirul Sholah dari COMMITMENT sebagai mitra local, utusan ICLD yang diwakili M. Anki Dellnäs (Direktur), Mrs. Adiam Tedros (Program Officer), M. Lise-Lotte Norén (Program Manager) dan Mr. Erik Faxgård (Program Officer) pada Rabu (11/11) melakukan audensi dengan Walikota Solo di rumah dinas, Loji Gandrung.

Tujuan spesifik audensi adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang perkembangan demokrasi local, partisipasi masyarakat khususnya perempuan dalam kebijakan kota, model-model komunikasi yang dibangun pemerintah dengan warga, strategi reformasi birokrasi dan inovasi yang dilakukan oleh Jokowi termasuk bagaimana relasi yang dibangun dengan kekuatan partai politik yang ada dan hambatan yang dihadapi.
“Reformasi birokrasi dan inovasi daerah yang mendorong terbangunnya Good Governance dan program yang langsung berdampak baik untuk Rakyat misalnya tentang pelayanan publik kunci pertamanya adalah komitment Pemimpin dan kedua adalah komunikasi baik dengan DPRD, Staff maupun Warga. Buka pintu yang lebar untuk partisipasi dan bangun keterbukaan” papar Jokowi
ICLD juga menjelaskan tentang beberapa program dan kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan dengan ICLD khsusunya pada training penguatan kapasitas birokrasi antara pemerintah Solo dan Swedia. Jokowi secara khusus menyampaikan bahwa beliau tertarik dengan isu Decentralization and Good Governance with Gender Perspective
Pada pertemuan tersebut, Walikota memaparkan tentang perkembangan kehidupan Kota Batik, yang berpenduduk sekitar 571.731 jiwa, namun di siang hari kota ini menjadi arena berkegiatan bagi sekitar 2 juta warga. Tambahan itu berasal dari kabupaten-kabupaten di sekitar Soloraya.
Usai audiensi dengan Walikota, utusan dari ICLD menikamati berkeliling Solo dan melihat inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Solo sebelum melanjutkan diskusi dengan jaringan NGO antara lain YKP, Konsorsium Solo dan SpekHAM bertempat di kantor COMMITMENT, Peserta ICLD menikmati segernya pecel solo di kawasan Pasar Mbeling.

Perbincangan yang mengemuka dalam diskusi adalah peran NGO dalam mendorong good Governance, isu-isu yang menjadi fokus dan bagaimana gerakan sipil saat ini di indonesia khususnya Solo dan paparan tentang ICLD khususnya beberapa training yang dapat diikuti oleh beberapa Aktivis NGO untuk lengkapnya silahkan mengunduh di www.icld.se dan pertemuan diakhiri dengan sesin photo bersama dan pemberian cenderamata tentang Swedia oleh ICLD kepada COMMITMENT.(RS-CCP).
